Gagal di Senat, RUU CLARITY Bisa Untungkan Bank dan Dubai | Labapro News
← Kembali ke News
Market Update

Gagal di Senat, RUU CLARITY Bisa Untungkan Bank dan Dubai

RUU CLARITY, yang dirancang untuk menata aturan aset digital di Amerika Serikat, gagal melewati Senat — dan kegagalan itu justru bisa menguntungkan bank serta pusat keuangan seperti Dubai.

RUU tersebut sebenarnya ingin memberi payung hukum federal untuk beberapa hal sekaligus: stablecoin, pasar spot, penyimpanan (kustodi) aset, sampai pendaftaran perusahaan perantara. Tanpa undang-undang itu, pengaturan kripto di AS tetap terpecah — sebagian ditangani lembaga federal, sebagian oleh masing-masing negara bagian, dan sebagian lagi berakhir di pengadilan.

Di sinilah logikanya. Pelaku usaha paling tidak suka ketidakpastian aturan. Kalau di dalam negeri rambu-rambunya tercerai-berai dan bisa berbeda dari satu wilayah ke wilayah lain, banyak yang memilih beroperasi lewat pihak yang kerangka hukumnya sudah jelas. Bank masuk kategori itu: mereka sudah lama bekerja di bawah pengawasan yang mapan. Begitu pula yurisdiksi seperti Dubai, yang lebih dulu menyiapkan aturan khusus untuk aset digital. Singkatnya, kejelasan menarik kegiatan, sementara kekaburan mengusirnya.

Yang perlu diingat, ini bukan kesimpulan yang pasti. Kongres bisa saja kembali membahas versi baru dari undang-undang ini, atau lembaga pengawas mengambil langkah sendiri untuk mengisi kekosongan. Arah berikutnya akan bergantung pada apakah muncul upaya legislasi lanjutan — itulah sinyal yang layak dipantau, karena begitu kepastian aturan di AS membaik, daya tarik untuk pindah ke tempat lain pun bisa berkurang.

Siap ambil peluang market?

Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.

Trading Sekarang
Bagikan artikel ini

Bantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.