Fed Naikkan Suku Bunga Pertama Kali Sejak 2023 untuk Meredam Inflasi | Labapro News
← Kembali ke News
Market Update

Fed Naikkan Suku Bunga Pertama Kali Sejak 2023 untuk Meredam Inflasi

Bank sentral Amerika Serikat menaikkan suku bunga acuannya sebesar seperempat poin persen menjadi kisaran 3,75%–4% pada Rabu. Ini kenaikan pertama sejak Juli 2023, dan keputusannya diambil secara bulat oleh komite kebijakan. Dalam pernyataannya, komite menyebut inflasi masih tinggi dan langkah ini dimaksudkan mempercepat kembalinya inflasi ke sasaran 2 persen.

Inti ceritanya sederhana tapi mengejutkan: awal tahun ini sebagian besar pejabat bank sentral justru memperkirakan bunga akan dipangkas sebelum akhir tahun, bukan dinaikkan. Data yang berubahlah yang membalikkan arah. Inflasi pada Agustus tetap membandel, sementara angka pengangguran relatif stabil, sehingga peluang kenaikan bunga makin besar.

Kenapa menaikkan bunga bisa menekan harga? Suku bunga acuan adalah harga meminjam uang di seluruh perekonomian. Ketika bunga naik, cicilan rumah, kredit mobil, utang pendidikan, dan pinjaman usaha ikut menjadi lebih mahal. Karena meminjam terasa berat, orang dan perusahaan cenderung menahan belanja. Permintaan yang melambat inilah yang perlahan mengendurkan tekanan pada harga. Jadi bunga tinggi sebetulnya cara bank sentral “memperlambat” ekonomi supaya harga tidak terus lari.

Salah satu pemicu inflasi kali ini datang dari energi. Konflik yang sedang berlangsung mendorong naik harga bahan bakar; harga bensin rata-rata sekitar satu dolar per galon lebih mahal dibanding setahun lalu, dan solar—yang dipakai bus, kereta, serta truk—sempat menyentuh rekor tertinggi 6,31 dolar. Karena biaya energi menjalar ke ongkos angkut hampir semua barang, kenaikan di pompa bensin cepat terasa di banyak harga lain.

Tekanan juga muncul dari pasar obligasi. Imbal hasil surat utang pemerintah bertenor 10 tahun sempat menyentuh level tertinggi dalam 19 tahun pekan ini. Ini penting karena surat utang itu biasanya jadi acuan “bunga paling aman” di pasar; begitu imbal hasilnya melonjak, biaya pinjaman untuk konsumen dan pelaku usaha ikut terdorong naik, bahkan sebelum bank sentral bertindak.

Untuk memberi ukuran, inflasi pernah memuncak di 9,1% pada Juni 2022. Bank sentral lalu menaikkan bunga sebelas kali sepanjang 2022–2023 hingga kisaran 5,25%–5,5%, sebelum akhirnya mulai menurunkannya pada 2024 dan 2025. Kenaikan Rabu ini menandai perubahan arah lagi.

Di sisi rumah tangga, gambarannya belum ringan. Pada Agustus, upah per jam setelah memperhitungkan inflasi turun 0,1% dibanding setahun lalu dan turun 0,3% dari bulan sebelumnya—artinya kenaikan gaji tergerus harga. Keyakinan konsumen pun menurun menurut survei bulanan sebuah universitas, sementara perkiraan warga akan inflasi ke depan justru meningkat.

Keputusan ini juga muncul di tengah tekanan politik. Presiden menyatakan AS seharusnya memiliki suku bunga terendah di dunia dan mengisyaratkan langkah dagang keras bila bunga tidak diturunkan. Kevin Warsh, yang kini memimpin bank sentral, dinominasikan dengan harapan ia memangkas bunga, namun ia menegaskan tetap menjaga independensi. Latar ini menempatkan kebijakan yang baru diambil pada jalur yang berpotensi berbenturan dengan Gedung Putih, apalagi menjelang pemilu sela November ketika biaya hidup menjadi isu utama.

Arah selanjutnya belum pasti dan sangat bergantung pada data. Jika inflasi—terutama harga energi—tetap tinggi dan pasar tenaga kerja bertahan, ruang untuk sikap bunga yang lebih ketat bisa terus terbuka. Sebaliknya, bila tekanan harga mulai mereda atau ekonomi melemah lebih cepat dari perkiraan, perhitungannya bisa berubah. Yang perlu diperhatikan pembaca ke depan adalah rilis inflasi bulanan, data upah dan pengangguran, serta pergerakan imbal hasil surat utang, karena dari situlah biasanya sinyal arah berikutnya muncul.

Siap ambil peluang market?

Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.

Trading Sekarang
Bagikan artikel ini

Bantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.