Europol: Ancaman Komputer Kuantum Mengincar Kunci Dompet Kripto, Bukan Blockchain-nya | Labapro News
← Kembali ke News
Market Update

Europol: Ancaman Komputer Kuantum Mengincar Kunci Dompet Kripto, Bukan Blockchain-nya

Sebuah laporan Europol yang terbit Rabu (7 Oktober 2026) mendorong ulang cara pasar memahami "kiamat kuantum" di dunia kripto: menurut badan ini, komputer kuantum jauh lebih mengancam kunci dompet pengguna ketimbang blockchain itu sendiri. Kabar ini muncul saat Bitcoin diperdagangkan di $83.329, turun 2,58%, dan Ethereum di $2.571, melemah 4,64%.

Intinya satu: yang rapuh bukan buku besarnya, melainkan bukti kepemilikan koin Anda. Bayangkan setiap dompet punya dua kunci yang berpasangan secara matematis — satu kunci publik yang boleh dilihat orang, dan satu kunci privat yang Anda rahasiakan. Dengan komputer biasa, menebak kunci privat dari kunci publik praktis mustahil karena butuh waktu terlalu lama. Komputer kuantum yang cukup canggih, lewat metode bernama algoritma Shor, bisa membalik hitungan itu sehingga kunci privat berpotensi diturunkan dari informasi yang sudah terbuka. Begitu kunci publik sebuah dompet pernah terekspos, kata laporan tersebut, kerentanannya menetap — tidak bisa ditarik kembali, seperti pasta gigi yang sudah keluar dari tabungnya.

Sebaliknya, tulang punggung blockchain dinilai jauh lebih kokoh. Baik sistem proof-of-work seperti Bitcoin maupun proof-of-stake seperti Ethereum bersandar pada fungsi hash untuk merangkai dan mengunci blok. Di sini komputer kuantum tidak memberi "kunci sakti": memecahkan hash 256-bit tetap menuntut sekitar 2¹²⁸ operasi, angka yang secara praktis tak terjangkau. Karena itu Europol menyebut fungsi hash sebagian besar aman-kuantum, sementara titik lemahnya ada pada kriptografi kunci publik di dompet.

Persoalan berikutnya adalah ongkos pindah rumah. Solusinya sebenarnya sudah ada — kriptografi pascakuantum, termasuk standar yang disusun NIST. Yang berat justru memindahkan seluruh jaringan, dompet, dan pengguna ke sana. Europol mengutip hitungan bahwa memindahkan seluruh saldo Bitcoin (UTXO) bisa menyita setara setidaknya 76 hari kapasitas blok jika jaringan dipakai penuh untuk itu — jelas tak realistis. Satu alternatif yang disinggung: menyebar migrasi selama 300 hari sambil menyisihkan 25% ruang tiap blok. Tidak ada tombol pusat untuk ini; pengembang, penambang, operator node, penyedia dompet, bursa, hingga pengguna harus bergerak serentak sementara jaringan tetap berjalan.

Yang masih belum pasti adalah waktunya. Europol menegaskan kripto tidak akan runtuh karena komputer kuantum, tetapi keamanannya jangka panjang menuntut persiapan dini — menunggu sampai mesin yang mampu membobol kunci benar-benar hadir berarti berlomba terlambat. Sinyal yang perlu dipantau pembaca bukan harga hari ini, melainkan seberapa cepat jaringan dan bursa mulai mengadopsi standar tahan-kuantum serta sejauh mana pengguna memindahkan aset dari dompet yang kuncinya sudah terekspos. Selama kabar ini masih berupa peringatan jangka panjang, dampaknya ke harga lebih bersifat sentimen ketimbang perubahan mendasar, dan arah pasar tetap bergantung pada perkembangan berikutnya.

Siap ambil peluang market?

Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.

Trading Sekarang
Bagikan artikel ini

Bantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.