Euro Tersungkur ke Titik Terendah 17 Bulan, Gejolak Politik Jadi Beban
Euro jatuh ke titik terlemahnya terhadap dolar AS sejak Mei 2025, menandai posisi terendah dalam 17 bulan. Pemicu yang paling menonjol kali ini bukan angka ekonomi, melainkan ketidakpastian politik di Spanyol dan Prancis yang mengganggu ketenangan pasar.
Intinya sederhana: nilai sebuah mata uang sangat bergantung pada rasa percaya. Ketika arah kebijakan di sebuah kawasan terlihat tidak pasti, investor global cenderung memindahkan dananya ke tempat yang mereka anggap lebih tenang — dan saat ini dolar AS yang jadi pelabuhan itu. Begitu banyak pihak mengurangi simpanan dalam euro, permintaannya menurun, dan harganya pun ikut melemah. Jadi gejolak politik tidak langsung mengubah bunga atau inflasi, tetapi ia menggerogoti keyakinan, dan keyakinan itulah yang menopang nilai tukar.
Yang membuat posisi euro makin berat, kawasan ini menghadapi beban ganda. Sama seperti Amerika Serikat, zona euro bergulat dengan inflasi yang tinggi, suku bunga yang naik, dan biaya pinjaman yang lebih mahal. Bedanya, Eropa juga menanggung pertumbuhan ekonomi yang lemah sekaligus guncangan politik tadi. Ketika dua mata uang dibandingkan dalam satu pasangan, sisi yang pertumbuhannya loyo dan politiknya goyah biasanya yang lebih dulu tertekan.
Arah ke depan belum tentu searah terus. Gambaran ini bisa berubah bila ketegangan politik di Spanyol dan Prancis mereda, atau bila muncul tanda pertumbuhan yang membaik — hal-hal itulah yang perlu dipantau pembaca sebagai penanda apakah tekanan pada euro mengendur atau justru berlanjut.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
