Emas Terangkat Saat Dolar Melemah Ditekan Yen, Pasar Menanti PPI dan CPI
Harga emas bergerak naik setelah dolar AS melemah, dipicu menguatnya yen Jepang. Ini inti ceritanya: emas dihargai dalam dolar, jadi ketika dolar turun nilainya, emas otomatis terasa lebih murah bagi pembeli yang memegang mata uang lain. Ketika sesuatu jadi lebih murah, permintaan cenderung naik—dan tarikan pembeli dari luar AS itulah yang mengangkat harga emas kali ini.
Tapi cerita ini belum selesai satu arah. Dua hal menahan laju emas. Pertama, harga minyak yang bertahan di atas $100. Minyak mahal mendorong biaya-biaya lain ikut naik, sehingga inflasi berpotensi tetap panas. Kedua, imbal hasil obligasi pemerintah AS yang masih tinggi. Ini penting karena emas tidak memberi bunga; kalau menaruh uang di obligasi bisa memberi imbal hasil yang menarik, sebagian orang lebih memilih obligasi ketimbang emas, dan itu menahan permintaan. Selama dua tekanan ini ada, peluang bank sentral AS bersikap tetap ketat belum hilang.
Di sinilah data yang akan keluar jadi penting: PPI dan CPI, dua ukuran inflasi—satu di tingkat produsen, satu di tingkat konsumen. Logikanya sederhana. Kalau inflasi ternyata masih tinggi, alasan bank sentral untuk menahan suku bunga tetap tinggi menguat; dolar dan imbal hasil obligasi bisa naik lagi, dan itu menekan emas. Sebaliknya, kalau inflasi mereda, tekanan ke emas berkurang. Jadi arah emas dalam beberapa hari ke depan lebih ditentukan angka inflasi ini daripada momentum hari ini. Itulah yang perlu ditunggu.
Dari sisi grafik, gambaran besar dan jangka pendek tidak sepenuhnya seiring, dan perbedaan itu sendiri adalah informasi. Pada kerangka lebih besar (H4), ayunan wajar sekitar 33 dolar per periodenya, dengan nada yang cenderung datar—RSI di kisaran 48 dan MACD masih sedikit negatif. Di kerangka ini, selama harga bertahan di atas area sekitar 4034, ruang ke 4067 lalu 4104 masih terbuka; kalau 4034 jebol, area 3995 jadi acuan berikutnya. Pada kerangka lebih dekat ke pergerakan sekarang (H1), ayunan wajar lebih kecil, sekitar 16 dolar, dan nadanya sedikit lebih tegak dengan RSI 57—tetapi stochastic sudah tinggi di 93, tanda dorongan jangka pendek mulai kepanasan. Acuan terdekat di H1 ada di sekitar 4302 sebagai penopang dan 4326 sebagai hambatan. Perlu dicatat, level H1 berada jauh di atas struktur H4, jadi keduanya belum sejalan. Semua angka ini titik acuan yang bisa bergeser, bukan dinding mati; berita inflasi yang keluar bisa dengan cepat menggeser sikap pasar ke arah mana pun.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
