Emas Dekat US$4.140 dan Perak US$53 Jelang Data Tenaga Kerja AS
Emas diperdagangkan di dekat US$4.140 dan perak di dekat US$53,07. Turunnya imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS) menjadi salah satu faktor yang menopang minat beli, menjelang laporan data tenaga kerja AS yang rilis Jumat ini.
Imbal hasil atau yield adalah bunga yang didapat investor dari menyimpan uang di obligasi pemerintah. Ketika bunga ini turun, menyimpan uang di obligasi menjadi kurang menarik. Emas tidak memberi bunga, tetapi banyak orang tetap menyimpannya sebagai pelindung nilai. Saat bunga dari tempat lain turun, harga yang harus dibayar untuk menyimpan emas, yaitu bunga yang tidak didapat, ikut mengecil. Karena itu emas terlihat lebih menarik, dan inilah alasan emas sering bergerak berlawanan arah dengan yield.
Perak bergerak dengan pola yang mirip karena sama-sama dipandang sebagai logam mulia. Bedanya, perak juga dipakai di industri, sehingga kondisi ekonomi ikut memengaruhinya.
Laporan Jumat menjadi penentu berikutnya. Data tenaga kerja yang kuat biasanya membuat pasar yakin ekonomi AS tetap solid. Yield bisa naik lagi dan tekanan pada emas bisa muncul kembali. Sebaliknya, data yang lemah bisa membuat yield turun lebih jauh dan memberi dukungan bagi emas. Arah pasar belum pasti dan bergantung pada angka yang benar-benar keluar. Pantau bagaimana yield bereaksi setelah laporan dirilis, bukan hanya harga emas itu sendiri.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
