Emas dan Perak Tertekan Saat Harga Minyak Kembali Menguat | Labapro News
← Kembali ke News
Market Update

Emas dan Perak Tertekan Saat Harga Minyak Kembali Menguat

Harga emas dan perak masih bergerak di sisi lemah dalam beberapa waktu terakhir, dan pemicunya datang dari arah yang mungkin tak langsung terpikir: harga minyak yang kembali menguat.

Hubungannya ada pada inflasi. Minyak adalah ongkos dasar yang menempel pada hampir semua hal, dari biaya angkut barang sampai produksi pabrik. Ketika harga minyak naik, biaya-biaya itu ikut terdorong, dan tekanan harga di tingkat konsumen pun berpotensi menghangat lagi. Di sinilah perhatian pasar tertuju pada bank sentral Amerika Serikat. Selama inflasi terasa membandel, peluang suku bunga dipertahankan tinggi — bahkan kembali dinaikkan — tetap jadi bahan pertimbangan.

Suku bunga tinggi inilah yang biasanya memberatkan emas dan perak. Keduanya tidak memberi bunga atau kupon; nilainya datang dari harganya sendiri. Jadi ketika menaruh uang di instrumen berbunga menjadi lebih menguntungkan, daya tarik logam yang "diam" cenderung menyusut. Itu sebabnya kabar yang mengarah ke suku bunga lebih tinggi sering kali membuat emas dan perak tertekan, bukan karena logamnya berubah, tapi karena pilihan lain jadi lebih menarik.

Arah ke depan belum pasti dan sangat bergantung pada data. Kalau harga minyak mereda dan sinyal inflasi mengendur, alasan utama tekanan pada emas dan perak juga bisa ikut melemah. Sebaliknya, selama minyak bertahan tinggi dan kekhawatiran inflasi terus hidup, tekanan pada kedua logam ini berpeluang bertahan. Yang perlu dipantau adalah pergerakan harga minyak berikutnya serta nada kebijakan bank sentral AS — dari situlah petunjuk berikutnya kemungkinan besar datang.

Siap ambil peluang market?

Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.

Trading Sekarang
Bagikan artikel ini

Bantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.