Emas dan Perak Tertekan Saat Dolar Bangkit Kembali | Labapro News
← Kembali ke News
Market Update

Emas dan Perak Tertekan Saat Dolar Bangkit Kembali

Harga emas dan perak melemah cukup tajam setelah dolar Amerika kembali menguat dan menembus ke atas. Selama ini keduanya sebenarnya bertahan mengejutkan tangguh, bahkan ketika imbal hasil (yield) obligasi AS terus naik. Tembusnya dolar pada perdagangan Rabu tampaknya menggeser keseimbangan itu.

Inti ceritanya sederhana: emas dan perak dihargai dalam dolar, jadi ketika dolar menguat, kedua logam ini otomatis terasa lebih mahal bagi pembeli yang memakai mata uang lain. Permintaan pun cenderung mengendur, dan harganya tertekan. Ditambah lagi, emas dan perak tidak memberi bunga; ketika pasar mulai memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan atau menaikkan suku bunga lebih lama, memegang aset yang tidak berbunga jadi kurang menarik dibanding menaruh dana di instrumen yang menghasilkan yield. Dua tekanan ini — dolar yang lebih kuat dan ekspektasi suku bunga yang lebih ketat — datang bersamaan.

Yang membuat pergerakan ini menarik adalah perubahan pola. Sebelumnya logam mulia seakan kebal terhadap kenaikan yield; kali ini daya tahan itu mulai retak. Namun arahnya belum pasti dan sangat bergantung pada data. Jika dolar gagal mempertahankan penembusannya atau ekspektasi suku bunga kembali melunak, tekanan pada emas dan perak bisa mereda secepat munculnya. Sebaliknya, selama dolar terus kokoh dan pasar makin yakin suku bunga bertahan tinggi, ruang pelemahan logam mulia masih terbuka. Yang perlu diperhatikan pembaca adalah pergerakan dolar dan nada kebijakan bank sentral AS ke depan — di situlah petunjuk arah berikutnya akan terbaca.

Siap ambil peluang market?

Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.

Trading Sekarang
Bagikan artikel ini

Bantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.