Emas dan Perak Tertekan Jelang Rilis Notulen Rapat The Fed | Labapro News
← Kembali ke News
Market Update

Emas dan Perak Tertekan Jelang Rilis Notulen Rapat The Fed

Harga emas dan perak sama-sama tertekan menjelang rilis notulen (catatan) rapat bank sentral Amerika Serikat, The Fed, dengan support emas di kisaran $4.100 dan level perak di sekitar $60 dinilai rawan jebol.

Intinya satu: pasar sedang menunggu petunjuk soal arah suku bunga, dan selama petunjuk itu belum keluar, dua logam ini cenderung berada di posisi bertahan.

Kenapa sebuah catatan rapat bisa menggerakkan harga emas? Notulen itu memperlihatkan isi diskusi para pengambil keputusan The Fed — seberapa condong mereka mempertahankan suku bunga tinggi atau mulai melonggarkan. Hubungannya ke emas lewat dua jalur sederhana. Pertama, emas tidak memberi bunga; ia hanya menumpang nilai. Jadi ketika bunga di tempat lain terlihat akan tetap tinggi, memegang emas terasa lebih mahal secara kesempatan, dan sebagian pemilik memilih melepasnya. Kedua, nada yang ketat biasanya menguatkan dolar, sementara emas dihargai dalam dolar — dolar yang lebih kuat membuat emas terasa lebih mahal bagi pembeli di mata uang lain, sehingga permintaan ikut mengendur. Perak bergerak searah karena sebagian besar alasannya sama, hanya ayunannya cenderung lebih lebar.

Yang membuat arah belum pasti justru karena pemicunya belum muncul. Jika isi notulen terbaca lebih lunak dari perkiraan, tekanan ke emas dan perak bisa mereda. Sebaliknya, bila nadanya terbaca tetap ketat, support $4.100 pada emas dan level $60 pada perak adalah titik yang paling diawasi — tertembusnya salah satu dari situ akan jadi sinyal bahwa tekanan masih berlanjut. Angka-angka itu acuan yang bergerak, bukan dinding mati, dan gambarannya bisa berubah begitu datanya keluar.

Siap ambil peluang market?

Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.

Trading Sekarang
Bagikan artikel ini

Bantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.