Emas Bangkit dari Titik Terendah Sesi Meski Dolar dan Imbal Hasil Menguat
Harga emas (XAUUSD) berbalik naik dari titik terendah sesinya hari ini, meski dolar AS sedang menguat dan imbal hasil obligasi pemerintah AS terus merangkak naik. Biasanya kombinasi seperti itu menjadi beban bagi emas — tapi kali ini logam mulia justru mampu menahan diri dan memantul kembali.
Kenapa dolar yang kuat dan imbal hasil yang naik biasanya menekan emas? Emas dihargai dalam dolar, jadi ketika dolar menguat, emas menjadi lebih mahal bagi pembeli yang memegang mata uang lain, dan minat beli cenderung mengendur. Selain itu, emas tidak memberi bunga. Ketika imbal hasil obligasi naik, menaruh dana di aset yang berbunga terasa lebih menguntungkan dibanding memegang emas yang hanya diam. Dua hal inilah yang biasanya menarik harga emas ke bawah.
Yang menarik hari ini, tekanan itu ada tetapi tidak sampai menyeret emas terlalu jauh. Setelah sempat melemah ke titik terendah sesi, harga kembali naik — sebuah tanda bahwa masih ada permintaan yang menopang di bawah dan mencegah penurunan berlanjut.
Arah selanjutnya tetap bergantung pada data. Kalau dolar dan imbal hasil terus menguat, tekanan yang hari ini berhasil ditahan bisa kembali terasa; sebaliknya, kalau keduanya mulai mereda, ruang pemulihan emas menjadi lebih lega. Perak (XAGUSD) dan platinum (XPTUSD) berada di keluarga logam mulia yang sama dan umumnya memperhatikan pendorong yang serupa, sehingga arah dolar layak terus diikuti.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
