Emas Anjlok Sekitar 3% Saat Imbal Hasil Obligasi Terlalu Panas | Labapro News
← Kembali ke News
Market Update

Emas Anjlok Sekitar 3% Saat Imbal Hasil Obligasi Terlalu Panas

Harga emas anjlok sekitar 3% dan perak turun hampir 5% pada pertengahan sesi Eropa hari ini, sebelum keduanya memantul naik dari titik terendahnya. Penurunan tajam ini datang setelah kedua logam sebenarnya bertahan cukup baik sampai pekan lalu, di tengah penguatan dolar yang kencang dan lonjakan imbal hasil obligasi dalam beberapa pekan terakhir. Intinya satu: kenaikan imbal hasil akhirnya terasa terlalu panas untuk emas — meski itu belum mengubah gambaran besarnya menjadi suram.

Kenapa imbal hasil obligasi bisa menekan emas? Emas tidak memberi bunga. Ketika imbal hasil obligasi naik, memegang aset yang tidak menghasilkan bunga seperti emas jadi terasa lebih mahal, karena uang yang sama bisa "diparkir" di obligasi dan mendapat imbal hasil yang lebih besar. Semakin tinggi imbal hasilnya, semakin besar godaan untuk berpindah — dan tekanan itulah yang biasanya menekan harga emas. Ditambah dolar yang menguat: karena emas dihargai dalam dolar, dolar yang lebih kuat membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga permintaan cenderung mengendur.

Yang menarik, selama beberapa pekan emas seolah kebal terhadap dua tekanan itu. Baru pekan ini pertahanannya jebol, dan penurunannya jadi tajam sekaligus. Tetapi pantulan dari titik terendah menunjukkan aksi jual belum tentu berjalan satu arah terus.

Arahnya dari sini sangat bergantung pada data. Kalau imbal hasil obligasi mulai mendingin atau dolar melunak, daya tarik emas sebagai aset tanpa bunga bisa kembali dan tekanan mereda. Sebaliknya, kalau imbal hasil terus memanas, beban di emas kemungkinan bertahan. Yang perlu diperhatikan adalah arah imbal hasil dan dolar dalam beberapa hari ke depan.

Di sisi grafik, struktur yang lebih besar (H4) memperlihatkan aksi jual yang sudah sangat teregang — momentumnya berada di area jenuh jual yang dalam. Ayunan khas per empat jam di kerangka ini sekitar 37 dolar, jadi jarak antar level bisa diukur dari situ. Selama emas bertahan di atas area support sekitar 4149, ruang untuk mencoba naik lagi ke arah 4204 masih terbuka; kalau 4149 jebol, level sekitar 4136 jadi acuan berikutnya.

Di kerangka yang lebih dekat (H1), ayunan khas per jam lebih kecil, sekitar 19 dolar, dan level yang sedang diuji lebih rapat: support terdekat di kisaran 4125 dengan resistensi sekitar 4146 hingga 4166. Menariknya, kedua kerangka waktu sebenarnya sepakat bahwa penurunan sudah teregang — momentum di H1 pun ikut jenuh jual — sehingga pantulan kecil wajar terjadi tanpa harus mengubah arah besarnya. Berita hari ini memang condong ke sisi tekanan, dan yang paling dulu diuji adalah support-support terdekat tadi; tetapi condong bukan berarti pasti sampai. Semua level ini titik rujukan yang bisa bergeser, bukan dinding mati.

Siap ambil peluang market?

Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.

Trading Sekarang
Bagikan artikel ini

Bantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.