Dua Saham Dividen dengan Valuasi Tertekan Jadi Sorotan untuk Portofolio Jangka Panjang | Labapro News
← Kembali ke News
Market Update

Dua Saham Dividen dengan Valuasi Tertekan Jadi Sorotan untuk Portofolio Jangka Panjang

Dua saham pembagi dividen, Northrop Grumman (NOC) dan Rollins (ROL), kembali menarik perhatian karena keduanya kini diperdagangkan pada harga yang relatif murah dibanding ukuran historis maupun perusahaan sejenisnya. Pandangan pasar terhadap keduanya condong positif untuk investor yang berpikir jangka panjang dan mengejar pemasukan dari dividen, bukan lonjakan harga cepat.

Benang merahnya sederhana: valuasi yang sedang tertekan bertemu dengan dividen yang punya penopang untuk terus tumbuh. Ukuran yang dipakai di sini adalah rasio harga terhadap laba, yaitu berapa kali lipat laba setahun yang dibayar investor untuk memiliki satu lembar saham. Angka yang lebih rendah berarti investor membayar lebih murah untuk setiap rupiah laba yang dihasilkan perusahaan. Ketika angka itu turun di bawah rata-rata sektornya atau di bawah kebiasaannya sendiri, sebagian pelaku pasar membacanya sebagai peluang masuk pada harga yang lebih bersahabat, dengan catatan laba perusahaan memang bisa dipertahankan.

Northrop Grumman diperdagangkan pada sekitar 18 kali laba, lebih murah dibanding perusahaan sejenis di sektornya. Yang menopang ceritanya adalah eksposur pertahanan yang beragam, pertumbuhan backlog yang kuat, serta margin yang membaik. Backlog adalah tumpukan pesanan yang sudah masuk tetapi belum dikerjakan; semakin tebal backlog, semakin jelas gambaran pendapatan yang akan datang, dan itu memberi napas bagi kemampuan membayar dividen. Margin yang naik berarti dari setiap penjualan tersisa laba yang lebih besar, sesuatu yang penting untuk menjaga dividen tetap tumbuh.

Rollins ceritanya sedikit berbeda. Sahamnya diperdagangkan pada sekitar 29 kali laba, yang terdengar tinggi tetapi justru merupakan level termurah dalam dua dekade terakhir untuk perusahaan ini. Dalam jangka pendek, ada tekanan dari sektor perumahan yang melemah. Meski begitu, Rollins dinilai masih memiliki pricing power yang kuat, yaitu kemampuan menaikkan harga layanan tanpa kehilangan banyak pelanggan, sehingga margin tetap tinggi. Pricing power inilah yang membuat perusahaan bisa meneruskan sebagian kenaikan biaya ke pelanggan dan menjaga labanya saat kondisi sedang tidak ideal.

Arah harga ke depan tetap tidak pasti dan sangat bergantung pada data. Untuk Rollins, kunci yang perlu diperhatikan adalah apakah tekanan dari sektor perumahan mereda atau justru memberat, karena itu bisa mengubah keseluruhan gambaran. Untuk Northrop Grumman, yang layak dipantau adalah apakah backlog dan margin benar-benar bertahan seperti yang diharapkan. Valuasi murah bukanlah jaminan; ia hanya menarik selama laba yang menjadi dasar hitungannya tidak ikut merosot. Bagi investor dividen jangka panjang, keduanya menawarkan titik masuk yang lebih murah dari biasanya, tetapi keputusan tetap perlu menimbang risiko masing-masing.

Siap ambil peluang market?

Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.

Trading Sekarang
Bagikan artikel ini

Bantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.