Dompet Kripto Ledger yang Dirusak Telan Kerugian US$2,7 Juta di Singapura
Kepolisian Singapura menyebut sejumlah pengguna dompet kripto Ledger kehilangan total sekitar US$2,7 juta setelah perangkat mereka diduga sudah dirusak sebelum sampai ke tangan pemilik. Yang membuat kasus ini menonjol bukan serangan ke bursa atau ke jaringan, melainkan titik yang justru biasanya paling dipercaya: alat penyimpan aset itu sendiri.
Dompet perangkat keras dipakai persis karena ia menyimpan "kunci" aset kripto secara offline, jauh dari jangkauan internet. Logikanya, selama kunci itu tidak pernah tersambung ke dunia luar, dana jauh lebih sulit dicuri. Celahnya muncul kalau perangkatnya sudah diotak-atik lebih dahulu — begitu pemilik memindahkan asetnya ke dalam, pihak yang merusak bisa jadi sudah memegang salinan kunci yang sama, sehingga dana dapat dikuras tanpa perlu menjebol apa pun. Perlindungan dari alat seperti ini bergantung pada keaslian perangkatnya, dan di situlah ia dibobol.
Polisi menyatakan setidaknya dua kasus sudah dilaporkan sejak 10 September, hampir sebulan sebelum persoalan ini terungkap lebih luas. Jeda itu bukan detail kecil: artinya korban bisa saja belum menyadari ada yang salah sampai dananya benar-benar hilang.
Masih banyak yang belum jelas — berapa persis pengguna yang terdampak dan di titik mana perangkat itu dirusak sebelum dibeli. Selama gambaran itu belum lengkap, langkah yang masuk akal bagi pembaca sederhana saja: memastikan perangkat semacam ini dibeli lewat jalur resmi dan menghindari alat yang segel atau kondisinya terlihat mencurigakan.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
