Data Kerja AS yang Lesu Justru Mengangkat Saham Teknologi | Labapro News
← Kembali ke News
Market Update

Data Kerja AS yang Lesu Justru Mengangkat Saham Teknologi

Laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat untuk bulan September keluar lebih lesu dari yang diharapkan, dan anehnya itu justru mengangkat harga saham, dengan indeks Nasdaq ikut terdorong naik. Di permukaan ini terdengar aneh: kabar bahwa ekonomi menyerap lebih sedikit pekerjaan biasanya dibaca sebagai hal buruk. Tapi kali ini pasar justru melihatnya sebagai kabar yang melegakan.

Kuncinya ada pada suku bunga. Ketika data pekerjaan terlihat kuat dan ekonomi memanas, bank sentral punya alasan untuk terus menaikkan suku bunga demi meredam harga. Suku bunga yang tinggi itu menekan harga saham dengan dua cara: biaya pinjaman jadi mahal bagi perusahaan, dan keuntungan perusahaan di masa depan jadi terasa kurang berharga kalau dihitung dari sekarang. Saham-saham teknologi yang banyak mengisi Nasdaq paling sensitif terhadap hal ini, karena nilainya sangat bergantung pada harapan laba di masa depan.

Maka ketika angka pekerjaan datang lebih lemah, pasar menyimpulkan tekanan untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut jadi berkurang. Kekhawatiran itu mereda, dan saham pun naik. Inilah pola yang sering muncul: "berita buruk" soal ekonomi kadang dibaca sebagai "berita baik" buat bursa, selama alasannya menyangkut arah suku bunga.

Yang perlu diingat, satu laporan tidak menentukan arah. Reaksi melegakan ini bisa berubah kalau data berikutnya menunjukkan ekonomi ternyata masih panas, karena kekhawatiran soal suku bunga bisa kembali muncul. Arah ke depan tetap bergantung pada data yang masuk, bukan pada satu angka saja.

Siap ambil peluang market?

Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.

Trading Sekarang
Bagikan artikel ini

Bantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.