Dana Rp Triliunan Keluar dari Binance Saat Penarikan Dibuka Lagi Usai Peretasan
Dompet kripto milik Binance yang bisa dipantau publik mencatat dana keluar bersih sekitar **2,51 miliar dolar AS** pada 1 November, persis setelah bursa itu membuka kembali layanan penarikan menyusul insiden keamanan yang nilainya ditaksir mencapai 6,3 miliar dolar. Angkanya besar dan arahnya satu: keluar.
Intinya sederhana. Ketika sebuah bursa sempat menutup penarikan karena diretas, banyak pengguna menahan niatnya menarik aset bukan karena tidak mau, tapi karena memang tidak bisa. Begitu pintu dibuka lagi, dorongan yang tertahan itu lepas sekaligus. Jadi lonjakan dana keluar hari pertama belum tentu berarti semua orang kabur permanen; sebagian hanya memindahkan aset ke dompet pribadi atau ke tempat lain untuk merasa lebih aman setelah kabar peretasan. Di dunia kripto, rasa aman adalah bahan bakar utama, dan sekali goyah ia butuh waktu untuk pulih.
Komposisi dana yang keluar memberi gambaran apa yang paling cepat dicabut orang. Yang terbesar adalah stablecoin USDT sekitar 1.083 juta dolar, disusul Bitcoin sekitar 912 juta dolar, lalu USDC sekitar 385 juta dolar, dan wrapped Ethereum sekitar 131 juta dolar. Dominasi stablecoin masuk akal: itu aset yang paling gampang dipindahkan tanpa harus khawatir harganya naik-turun saat dipindah.
Yang perlu diperhatikan ke depan adalah temponya. Kalau arus keluar melambat dalam beberapa hari berikutnya, itu tanda sebagian besar hanya luapan permintaan yang tertunda dan kepercayaan mulai menata diri. Sebaliknya, kalau dana terus mengalir keluar dalam jumlah besar hari demi hari, itu sinyal yang lebih serius soal kepercayaan pengguna. Gambaran sebenarnya baru jelas setelah efek pembukaan penarikan reda, jadi satu angka harian saja belum cukup untuk menyimpulkan ke mana arah ceritanya.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
