Daftar Perusahaan yang Menolak Sahamnya Ditokenisasi Terus Bertambah | Labapro News
← Kembali ke News
Market Update

Daftar Perusahaan yang Menolak Sahamnya Ditokenisasi Terus Bertambah

Tujuh perusahaan lagi, di antaranya JPMorgan Chase, Coca-Cola, dan Dell, menyatakan keberatan agar sahamnya diperdagangkan di bursa saham tokenisasi yang sedang dirancang OKX bersama ICE. Dengan tambahan ini, jumlah perusahaan yang menolak kini menjadi 33 — dan angka yang terus bertambah itu sendiri yang jadi cerita utamanya.

Saham tokenisasi pada dasarnya adalah versi digital dari saham biasa: sebuah token dibuat untuk mewakili kepemilikan satu lembar saham, lalu token itu bisa diperjualbelikan lewat jalur yang sama dengan aset kripto. Daya tariknya adalah perdagangan yang bisa berjalan lebih cepat dan nyaris tanpa henti. Masalahnya, yang menerbitkan saham aslinya adalah perusahaan-perusahaan itu sendiri, dan kini banyak dari mereka menyatakan tidak ingin namanya dipakai di bursa semacam itu.

Di sinilah keberatan tadi jadi penting. Sebuah bursa saham tokenisasi hanya punya nilai kalau ada nama-nama besar yang bisa diperdagangkan di dalamnya. Ketika perusahaan sekelas JPMorgan atau Coca-Cola menolak, bukan hanya satu kolom daftar yang kosong — penolakan itu menambah tanda tanya soal apakah rancangan bursa ini bisa berjalan mulus seperti rencana, dan seberapa kuat posisinya kalau penerbit sahamnya sendiri menjauh.

Yang perlu diperhatikan ke depan adalah arah angkanya: apakah daftar penolak berhenti di 33 atau terus memanjang, dan bagaimana OKX serta ICE menanggapi keberatan yang menumpuk ini. Selama belum ada kejelasan dari kedua sisi, gambaran soal nasib bursa ini masih bergerak dan belum bisa dibaca sebagai kepastian ke arah mana pun.

Siap ambil peluang market?

Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.

Trading Sekarang
Bagikan artikel ini

Bantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.