Daftar Perusahaan yang Menolak Sahamnya Ditokenisasi Bertambah Jadi 26
Daftar perusahaan yang menolak sahamnya diperdagangkan di rencana bursa saham tokenisasi hasil kerja sama OKX dan ICE terus memanjang. Intel, Oracle, IBM, dan IonQ menjadi nama-nama terbaru yang mengajukan keberatan, membawa totalnya menjadi 26 perusahaan.
Intinya satu: makin banyak perusahaan besar yang tidak mau sahamnya dijadikan "token" untuk diperdagangkan di tempat yang mereka sendiri tidak setujui. Saham tokenisasi pada dasarnya adalah versi digital dari saham biasa — sebuah token yang nilainya dikaitkan dengan harga saham perusahaan, lalu diperjualbelikan di bursa bergaya kripto. Daya tariknya buat sebagian pihak adalah perdagangan yang bisa berjalan lebih luwes. Masalahnya, token itu bisa dibuat dan diperdagangkan tanpa perusahaan yang bersangkutan ikut dilibatkan, sehingga nama dan harga saham mereka dipakai di arena yang berada di luar kendali mereka.
Di situlah keberatan muncul. Ketika sebuah perusahaan menolak, ia pada dasarnya menegaskan tidak ingin sahamnya tampil di bursa tersebut. Bertambahnya jumlah penolak dari waktu ke waktu — kini 26 — menunjukkan bahwa penerimaan terhadap model perdagangan ini belum bulat, dan itu hal yang wajar diperhatikan sebelum sebuah bursa benar-benar beroperasi.
Yang masih belum pasti adalah bagaimana kelanjutannya: apakah rencana bursa ini tetap maju dengan daftar penolak yang terus bertambah, atau justru menyesuaikan diri. Sinyal yang perlu dilihat ke depan adalah apakah ada perusahaan lain yang menyusul mengajukan keberatan, dan bagaimana pihak penyelenggara menanggapinya. Selama itu belum jelas, perkembangan ini lebih tepat dibaca sebagai kabar yang masih bergerak ketimbang keputusan akhir.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
