CoinDCX Akui Kehilangan Sekitar US$16 Juta Setelah Sistem Pemindah Dana Berhenti Bekerja | Labapro News
← Kembali ke News
Market Update

CoinDCX Akui Kehilangan Sekitar US$16 Juta Setelah Sistem Pemindah Dana Berhenti Bekerja

Bursa kripto CoinDCX mengakui kehilangan sekitar US$16 juta, setara 15,99 juta Tether (USDT), setelah sistem otomatis yang seharusnya memindahkan setoran nasabah ke penyimpanan yang lebih aman berhenti bekerja untuk sementara waktu. Selama jeda itu, dana tertinggal di sejumlah alamat dompet lama, dan dari situlah seorang penyerang mengambilnya.

Yang menarik dari kasus ini, kerugian tidak datang dari pembobolan dramatis, melainkan dari sebuah rutinitas pengaman yang diam-diam berhenti jalan. Cara kerjanya begini: ketika nasabah menyetor, dananya mula-mula mendarat di alamat setoran, lalu secara otomatis disapu dan dipindahkan ke tempat penyimpanan yang lebih terlindung. Begitu proses penyapuan ini berhenti, setoran malah menumpuk dan mengendap di alamat-alamat lama. CoinDCX menyebut dompet lama itu menyimpan celah yang belum diketahui, dan di situlah dana menjadi sasaran empuk. Intinya, uang yang mestinya cepat berpindah ke brankas justru tertinggal di pintu depan lebih lama dari semestinya.

Sikap bursa sempat berubah di sepanjang peristiwa ini. CEO sekaligus salah satu pendiri CoinDCX, Sumit Gupta, awalnya menolak laporan adanya pembobolan dompet dan menyebutnya alarm palsu. Ia kemudian mengatakan perusahaan sedang menyelidiki, sebelum akhirnya bursa mengungkap besaran kerugian. CoinDCX menyatakan akan menanggung penuh kerugian tersebut, dan menegaskan dana nasabah tetap aman di dompet dingin yang terpisah, sementara aktivitas rutin seperti perdagangan, setoran, dan penarikan tetap berjalan selama kejadian berlangsung.

Ini bukan insiden pertama bagi CoinDCX. Pada Juli 2025, bursa yang sama kehilangan sekitar US$44 juta dalam peristiwa pembobolan terpisah, yang menurut Gupta berakar pada kebocoran di sisi sistem mereka. Dua kejadian ini soal yang berbeda, tetapi berdiri berdekatan sehingga wajar bila perhatian pada keandalan pengamanan bursa menguat.

Banyak hal yang masih menggantung dan layak diikuti. CoinDCX sendiri menyebut celah pada dompet lama itu sebagai sesuatu yang belum diketahui, artinya gambaran utuh tentang bagaimana dana bisa diambil belum tuntas. Yang pantas dicermati ke depan adalah apakah janji menanggung penuh kerugian benar-benar terwujud, serta hasil akhir penyelidikan soal mengapa sistem penyapuan bisa berhenti. Kabar semacam ini mengingatkan bahwa risiko di dunia kripto sering kali bukan pada harga semata, melainkan pada seberapa rapi sebuah tempat menyimpan dana penggunanya.

Siap ambil peluang market?

Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.

Trading Sekarang
Bagikan artikel ini

Bantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.