CFTC Digugat soal Perpetual Futures Saham, Perebutan Wewenang dengan SEC Memanas
Sekelompok pihak yang didukung Citadel Securities dan sejumlah perusahaan lain menggugat CFTC, regulator derivatif Amerika Serikat. Gugatan ini datang setelah CFTC lebih dulu membuka jalan bagi versi kripto dari perpetual futures, dan langkah serupa untuk perps yang terkait saham kini ikut dipersoalkan. Para penggugat berpendapat produk tersebut seharusnya berada di tangan SEC, regulator pasar sekuritas.
Gagasan utamanya sederhana: di pasar keuangan, siapa yang mengawasi sebuah produk menentukan aturan mainnya. Perpetual futures adalah kontrak derivatif yang tidak punya tanggal jatuh tempo, sehingga bisa dipegang terus selama pemiliknya mau menanggung konsekuensinya. Kalau kontraknya dikaitkan dengan saham, muncul pertanyaan apakah ia termasuk derivatif yang diatur CFTC, atau bagian dari sekuritas yang diatur SEC. Jawabannya memengaruhi banyak hal, mulai dari siapa yang boleh menawarkan produk, aturan perlindungan bagi investor, sampai cara pengawasan dilakukan. Karena itu, perselisihan wewenang seperti ini bisa membuat pelaku pasar menunda langkah sampai ada kejelasan.
Dari berita ini belum terlihat bagaimana pengadilan akan memutuskan, dan belum ada keterangan tentang langkah lanjutan dari SEC maupun CFTC. Yang layak dipantau adalah putusan pengadilan, sikap SEC terhadap produk serupa, dan apakah CFTC mengubah pendekatannya. Nada pemberitaan ini cenderung negatif bagi perps saham, tetapi arah ke depan masih bergantung pada perkembangan berikutnya.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
