CFTC Ajukan Usulan Aturan Kripto Setelah Clarity Act Kandas di Senat
Regulator derivatif Amerika Serikat, Commodity Futures Trading Commission (CFTC), mengajukan usulan aturan untuk mengatur transaksi dan pasar aset kripto. Usulan itu dikirim ke Kantor Manajemen dan Anggaran pemerintah (OMB) pada Kamis, 17 September 2026, dan tercatat dalam pemberitahuan tinjauan regulasi yang masih berjalan. Yang membuat langkah ini menarik adalah waktunya: ia datang hanya beberapa hari setelah Clarity Act — rancangan undang-undang yang justru akan menjadikan CFTC sebagai regulator utama kripto — gagal melaju di Senat pada Selasa, 15 September.
Intinya satu: ketika jalur undang-undang buntu, penataan aturan kripto di AS tampaknya ditempuh lewat jalur regulator.
Kenapa soal siapa-yang-mengatur itu penting bagi pasar? Bagi pelaku pasar, yang sering menggerakkan harga bukan cuma untung-rugi hari ini, tetapi seberapa jelas aturan mainnya. Selama belum jelas lembaga mana yang berwenang dan aturan apa yang berlaku, banyak perusahaan kripto ragu memperluas usaha, dan sebagian pemodal besar memilih menunggu di pinggir. Aturan yang jelas — apa pun isinya nanti — memperkecil ketidakpastian hukum itu, dan itulah alasan kabar soal regulator ikut diperhatikan pasar.
Clarity Act sendiri kalah dalam pemungutan suara prosedural di Senat pekan ini, sehingga industri kripto AS kembali harus beroperasi tanpa payung hukum menyeluruh di tingkat federal. Namun Ketua CFTC sudah memberi sinyal jauh hari. Pada Agustus ia menyatakan, jika Kongres tak meloloskan Clarity Act, lembaganya akan memakai kewenangan yang sudah ada untuk mulai menyusun rezim pasar aset kripto. “Kami berutang itu kepada rakyat Amerika,” ujarnya kala itu, seraya menyebut janji Presiden Trump soal struktur pasar aset kripto yang akan dibantu dipenuhi lembaganya jika Kongres tidak melakukannya. Ia bahkan sempat menandai laporan soal pengajuan ke OMB dengan emoji mata di media sosial — isyarat halus bahwa prosesnya memang bergerak.
Nada serupa datang dari sisi industri. CEO Coinbase, Brian Armstrong, menulis bahwa industri kripto tak bisa lagi menunggu Kongres, dan bahwa regulator seperti SEC dan CFTC sudah punya perangkat untuk membuat aturan yang jelas dengan kewenangan yang ada. “Jadi kejelasan akan datang ke kripto, dengan atau tanpa Kongres,” katanya.
Yang perlu dijaga kepala tetap dingin: naskah aturannya sendiri belum dipublikasikan, sehingga cakupan dan isi sebenarnya masih belum bisa dibaca. Usulan ini pun baru pada tahap tinjauan, belum berlaku. Artinya arah dampaknya ke pasar akan sangat bergantung pada detail yang belum terlihat — seberapa ketat aturannya, aset apa saja yang dicakup, dan bagaimana pembagian tugas dengan regulator lain. Penanda yang layak ditunggu adalah saat naskahnya benar-benar terbit; di titik itulah pasar baru punya bahan nyata untuk menilai.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
