CFTC Ajukan Proposal Aturan Kripto ke Gedung Putih Setelah Clarity Act Gagal
Regulator pasar berjangka Amerika Serikat, CFTC, mengirimkan proposal ke Gedung Putih untuk mengatur transaksi kripto, hanya berselang tak lama setelah sebuah rancangan aturan yang dikenal sebagai Clarity Act gagal disahkan dalam pemungutan suara pekan ini.
Benang merahnya satu: ketika jalur lewat undang-undang tersendat, otoritas tetap mencari cara lain untuk mengisi kekosongan aturan. Di banyak pasar, yang sering menggerakkan sentimen bukan cuma harga, tapi kepastian soal siapa yang berwenang mengawasi dan aturan main apa yang berlaku. Selama status itu menggantung, pelaku usaha sulit merencanakan langkah dan pelaku pasar cenderung berhati-hati. Karena itulah kabar bahwa regulator mengambil inisiatif sendiri lewat proposal menjadi perhatian, sebab bisa menjadi awal dari kerangka aturan yang selama ini ditunggu.
Yang penting dipahami, sebuah proposal baru langkah awal, bukan aturan yang sudah berlaku. Naskah itu masih harus melewati pembahasan di tingkat pemerintah, dan arahnya belum tentu mulus. Gambaran bisa berubah tergantung bagaimana Gedung Putih menanggapinya, apakah pembahasan legislatif yang sempat gagal itu dihidupkan lagi, serta seberapa jauh isi aturan nantinya. Sinyal yang layak diikuti adalah setiap kejelasan tambahan soal cakupan dan jadwal aturan tersebut, karena di titik itulah dampaknya ke pasar akan lebih terukur ketimbang sekarang.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
