CEO Coinbase Ungkap Penyebab Sebenarnya RUU Kripto CLARITY Kandas di Senat
Rancangan Undang-Undang CLARITY, beleid yang diharapkan memberi kepastian aturan bagi industri kripto di Amerika Serikat, akhirnya kandas di Senat lewat pemungutan suara yang teramat tipis: 49 suara mendukung, 50 menolak. Selisih satu suara sudah cukup untuk menghentikan langkahnya.
Yang menarik justru muncul setelah palu diketuk. Dalam wawancara pertamanya sejak pemungutan suara itu, CEO Coinbase menyebut penyebab kegagalan bukan pada hal-hal yang selama berbulan-bulan menjadi sorotan. Bukan tekanan dari kalangan perbankan, bukan pula perseteruan soal imbalan stablecoin yang ramai dibicarakan. Ia menunjuk arah lain sepenuhnya, dan mengungkap satu hal yang luput dari perhatian banyak orang: Gedung Putih sebenarnya sempat menaruh sebuah kesepakatan soal etika yang serius di atas meja.
Kenapa nasib satu undang-undang bisa penting bagi pasar? Karena aturan yang jelas pada dasarnya mengurangi ketidakpastian. Ketika pelaku industri tahu apa yang boleh dan tidak boleh, ruang gerak mereka lebih terukur dan risiko dari perubahan regulasi mendadak mengecil. Sebaliknya, saat sebuah beleid yang dinanti justru gagal disahkan, ketidakpastian itu tidak hilang, ia hanya diperpanjang, dan pasar cenderung menimbang kembali seberapa besar risiko regulasi yang masih menggantung.
Yang perlu diingat, cerita ini belum tentu berakhir di sini. Selisih setipis satu suara berarti pintu untuk membahas ulang atau menegosiasikan versi baru belum benar-benar tertutup. Arah selanjutnya akan sangat bergantung pada bagaimana pembicaraan di Washington berlanjut, dan itu adalah hal yang layak terus diikuti ketimbang ditebak dari sekarang.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
