Byrrgis Uji Coba Bayar Biaya Gas Pakai Stablecoin di Tiga Jaringan
Platform trading nonkustodial Byrrgis membuka uji coba (community beta) yang membiarkan penggunanya membayar biaya transaksi memakai stablecoin seperti USDC, bukan token asli masing-masing jaringan. Fitur ini berjalan di tiga jaringan besar — Ethereum, Solana, dan BNB Chain — dan menerima enam aset untuk menutup biaya, yakni USDC, USDT, USDG, ETH, SOL, dan BNB.
Inti persoalan yang coba dijawab sederhana tapi menjengkelkan bagi banyak pengguna kripto: untuk melakukan transaksi di sebuah jaringan blockchain, Anda biasanya wajib menyimpan sedikit token asli jaringan itu hanya untuk membayar biaya proses, yang lazim disebut biaya gas. Kalau saldo token asli itu kurang sepersekian dolar sekalipun, transaksi bisa tersangkut atau dana mengendap tak bisa dipakai. Akibatnya sebagian orang terpaksa menyimpan token asli di banyak jaringan sekaligus — modal jadi terkunci di sana-sini dan pengelolaan dompet ikut rumit.
Mekanismenya begini. Alih-alih menuntut Anda memegang token asli tiap jaringan, Byrrgis memasangkan mesin rute lintas-jaringan dengan lapisan yang mereka sebut Universal Gas. Sistemnya mengurus konversi biaya di belakang layar, sehingga biaya gas ditutup dari aset yang sudah Anda pegang. Dalam contoh yang mereka sebutkan, seorang trader yang memegang USDC di Solana bisa membeli token di BNB Chain atau Ethereum dalam satu langkah, tanpa harus memindahkan dana antar-jaringan (bridging) atau berpindah jaringan secara manual lebih dulu. "Gas itu detail teknis jaringan, dan entah bagaimana ia berubah jadi masalah pengguna," ujar CEO Byrrgis, Siraaj Ahmed, yang menilai tak ada industri lain yang menuntut orang memegang tiga aset yang tak mereka inginkan hanya agar boleh membelanjakan satu aset yang mereka mau.
Di luar urusan gas, Byrrgis menyatukan tahap pencarian, penilaian, dan eksekusi dalam satu terminal. Di dalamnya ada scout score (SS), penilaian risiko, momentum, dan kemudahan diperdagangkan dalam skala 0–100 untuk ratusan ribu token, yang lalu dipakai mesin mereka untuk menyaring aset yang sedang ramai, lonjakan mendadak, atau daftar token baru.
Yang perlu dijaga kepalanya tetap dingin: ini adalah uji coba sebuah produk, bukan sinyal soal harga. Menekan gesekan teknis bisa membuat trading terasa lebih mulus, tapi tidak mengubah risiko pasar kripto yang tetap bergerak cepat dan bisa berbalik arah. Yang layak diperhatikan ke depan adalah apakah cakupan jaringan dan aset bertambah, dan seberapa mulus konversi biaya bekerja saat volume ramai — di situ klaim "gas jadi tak terlihat" benar-benar diuji.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
