Bursa Kripto Besar Catat 11% dari Volume Saham AS pada Juli
Lima bursa kripto terbesar membukukan perdagangan senilai USD 2,28 triliun sepanjang Juli, setara sekitar 11% dari USD 20,5 triliun nilai transaksi saham di Amerika Serikat pada periode yang sama. Yang membuat angka ini menarik bukanlah karena pasar kripto sedang ramai — justru sebaliknya.
Sebuah laporan aset digital untuk kuartal keempat 2026 yang dirilis pada 23 Oktober menggambarkan kondisi yang terbelah. Di satu sisi, perdagangan kripto melemah: Bitcoin turun dari rekor tertingginya, sementara volume dan volatilitasnya menyentuh titik terendah dalam satu siklus selama setahun terakhir. Di sisi lain, aktivitas lain di platform-platform kripto malah tumbuh — penyelesaian pembayaran memakai stablecoin, kepemilikan saham dalam bentuk token, dan kontrak berjangka atas aset tradisional. Tim riset yang menyusun laporan menyebut situasi ini "bear market pada harga, tapi hampir tidak pada hal lain."
Inti ceritanya ada di sini: tempat yang dulu dikenal orang sebagai lapak jual-beli Bitcoin kini makin sering dipakai untuk memperdagangkan aset tradisional seperti saham, indeks, dan komoditas. Caranya lewat kontrak berjangka — perjanjian yang harganya mengikuti suatu aset tanpa pemiliknya harus benar-benar memegang aset itu. Jadi ketika minat pada Bitcoin mendingin, sebagian pengguna tidak pergi; mereka hanya memindahkan perhatian ke produk lain di platform yang sama. Di salah satu platform, misalnya, kontrak berjangka yang mengacu pada saham, indeks, dan komoditas tercatat lebih dari empat per lima volume kontrak berjangka Bitcoin di platform tersebut.
Yang perlu dibaca dengan hati-hati adalah apa yang angka-angka ini tidak katakan. Nilai USD 2,28 triliun itu belum mencakup semua pemain — beberapa bursa besar sengaja tidak dihitung, sehingga angkanya adalah batas bawah, bukan total pasar yang utuh. Selain itu, data perdagangan dan jumlah pemegang hanya mengukur seberapa ramai aktivitasnya, bukan siapa yang melakukannya. Artinya, dari angka publik ini saja kita belum bisa menyimpulkan seberapa besar pertumbuhan tadi datang dari lembaga keuangan tradisional. Satu set data kuartal ketiga yang disinggung dalam laporan pun mencakup produk dan periode yang berbeda, jadi tidak bisa langsung disamakan.
Untuk sekarang, yang bisa dipegang pembaca adalah polanya: minat terhadap kripto sebagai aset bisa turun, sementara platform kriptonya sendiri justru dipakai untuk hal lain. Gambaran ini masih bisa berubah — kalau perdagangan kripto kembali menghangat, atau sebaliknya kalau pertumbuhan produk aset tradisional ternyata melambat di periode berikutnya, keseimbangannya bisa bergeser lagi.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
