Bullish dan Equiniti Bentuk Koalisi untuk Saham Tokenized yang Didukung Penerbit
Bullish dan Equiniti membentuk sebuah koalisi bersama sejumlah perusahaan fintech untuk menyusun standar dan infrastruktur saham tokenized yang didukung langsung oleh penerbit sahamnya. Kelompok yang diberi nama Issuer Sponsored Token Coalition ini menggandeng Alpaca, Apex Fintech Solutions, dan DriveWealth sebagai peserta awal, dengan cakupan kerja mulai dari penerbitan, pencatatan pemegang saham, perdagangan, penyelesaian transaksi, kustodi, hingga interoperabilitas antarsistem.
Inti dari inisiatif ini adalah satu masalah yang selama ini sering luput: apakah orang yang memegang "saham tokenized" benar-benar memiliki sahamnya. Saham tokenized pada dasarnya adalah versi digital dari sebuah saham. Persoalannya, banyak produk yang dipasarkan sebagai "tokenized equity" hari ini sebenarnya hanya memberi eksposur ekonomi — pembeli ikut merasakan naik-turunnya harga saham, tetapi namanya tidak pernah tercatat sebagai pemilik. Artinya hak-hak yang melekat pada saham sungguhan, seperti hak suara dan hak atas aksi korporasi (misalnya dividen atau rights issue), tidak ikut berpindah.
Koalisi ini ingin menutup celah tersebut dengan cara mengikat token ke catatan pemegang saham resmi milik penerbit — daftar yang dikelola oleh transfer agent dan menjadi acuan sah siapa pemilik sebuah saham. Kalau token terhubung ke catatan itu, pemegang token diperlakukan sebagai pemilik saham yang sesungguhnya, lengkap dengan hak kepemilikan dan perlindungan investornya. Itulah yang membedakannya dari produk sintetis yang hanya menempelkan pergerakan harga tanpa memindahkan status kepemilikan.
CEO DriveWealth Naureen Hassan menggambarkan persoalannya dengan gamblang: "Banyak yang dipasarkan hari ini sebagai 'tokenized equity' sebenarnya bukan ekuitas sama sekali. Investor mengira mereka memiliki sahamnya, padahal tidak. Itulah celah yang ingin ditutup koalisi ini." CEO Bullish Tom Farley menambahkan bahwa arsitektur yang dibangun sekarang akan menentukan arah ke depan, dan itu sebabnya sejumlah perusahaan besar dikumpulkan lebih dulu.
Langkah ini muncul tak lama setelah otoritas pasar modal AS, SEC, mengeluarkan kerangka sementara pada 17 September untuk perdagangan on-chain terbatas atas saham tokenized. Kerangka itu memberi pengecualian bersyarat bagi tempat perdagangan yang memenuhi syarat, dan salah satu syaratnya justru sejalan dengan misi koalisi: tempat perdagangan harus memastikan saham tokenized memberi pemegangnya hak dan keistimewaan yang sama dengan saham tradisional. Pengecualian itu bersifat sementara dan berakhir lima tahun setelah diterbitkan.
Yang perlu dijaga dari harapan berlebihan, inisiatif ini masih di tahap awal. Keikutsertaan dalam koalisi bersifat tidak mengikat; anggotanya tidak diwajibkan membuat perjanjian komersial, menerbitkan atau mencatatkan efek, menyediakan likuiditas, atau mendukung produk tertentu. Bersamaan dengan pengumuman ini, tidak ada token, tempat perdagangan, maupun produk komersial yang diluncurkan. Rencana akuisisi Equiniti oleh Bullish senilai 4,2 miliar dolar AS pun baru diperkirakan rampung pada Januari 2027, masih bergantung pada persetujuan regulator dan syarat lain yang lazim.
Jadi yang benar-benar terjadi hari ini adalah kesepakatan untuk duduk bersama menyusun standar, bukan produk yang sudah bisa dibeli. Petunjuk berikutnya bisa dilihat dari pertemuan para anggota koalisi dengan penerbit saham dan pelaku pasar modal yang dijadwalkan di New York Stock Exchange pada 27 Oktober 2026 — dari sana akan lebih jelas apakah rancangan ini bergerak dari niat menjadi aturan main yang dipakai.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
