Brent Merangkak Menuju US$100 Setelah Ketegangan di Teluk Memanas | Labapro News
← Kembali ke News
Market Update

Brent Merangkak Menuju US$100 Setelah Ketegangan di Teluk Memanas

Harga minyak Brent bergerak mendekati level US$100 per barel setelah konflik di kawasan Teluk kembali memanas. Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan telah menyerang 2 kapal Amerika dan 8 tanker minyak, yang disebut sebagai balasan atas langkah Amerika Serikat yang menyasar pasokan minyak mentah Iran awal pekan ini.

Inti ceritanya sederhana: ketika kapal dan tanker yang mengangkut minyak menjadi sasaran, pasar mulai khawatir aliran pasokan bisa tersendat. Teluk adalah salah satu jalur utama lalu lintas minyak dunia, jadi gangguan di sana — atau bahkan sekadar ancaman gangguan — membuat pembeli buru-buru mengamankan pasokan lebih awal. Permintaan yang tiba-tiba mendahului kebutuhan itulah yang menekan harga naik, bukan karena minyak benar-benar sudah berkurang, melainkan karena ketakutan bahwa ia akan berkurang.

Yang perlu diingat, arah harga dari sini belum pasti dan sangat bergantung pada perkembangan di lapangan. Kalau ketegangan meluas atau pengiriman benar-benar terganggu, dorongan naik bisa berlanjut. Sebaliknya, kalau situasi mereda dan aliran minyak ternyata tetap lancar, sebagian kenaikan yang lahir dari kecemasan tadi bisa surut sama cepatnya. Kabar soal apakah jalur pengiriman aman atau tidak menjadi hal yang layak dipantau ke depan.

Siap ambil peluang market?

Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.

Trading Sekarang
Bagikan artikel ini

Bantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.