Brasil Usut Enam Fintech dan Temukan Puluhan Komputer Penambang Kripto di Rio | Labapro News
← Kembali ke News
Market Update

Brasil Usut Enam Fintech dan Temukan Puluhan Komputer Penambang Kripto di Rio

Aparat Brasil menggeruduk dua sisi dunia keuangan gelap sekaligus: sekitar 30 komputer yang disiapkan untuk menambang mata uang kripto ditemukan di sebuah ruangan sederhana di kawasan Complexo do Lins, Rio de Janeiro, sementara secara terpisah enam perusahaan fintech diselidiki karena diduga melayani kelompok kriminal lewat transaksi janggal yang nilainya mencapai 26 miliar real. Yang penting dipahami sejak awal: meski keduanya muncul berdekatan, belum ada bukti bahwa dua penyelidikan ini berasal dari jaringan yang sama.

Temuan komputer itu bagian dari operasi pada 22 Mei yang menyasar kelompok Comando Vermelho. Penyidik masih menelusuri dari mana perangkat penambang itu berasal, apakah listriknya dicuri, dan apakah ada kaitan keuangannya dengan kejahatan terorganisir. Keterangan yang tersedia belum menyebut jenis koin yang ditambang, siapa pemilik perangkatnya, maupun berapa nilai kripto yang sempat dihasilkan.

Di jalur lain, otoritas menyelidiki enam fintech yang diduga melayani Primeiro Comando da Capital (PCC) dan kelompok lain. Transaksi janggal senilai 26 miliar real itu disebut terjadi sepanjang 2022 hingga 2025 dan menjadi bagian dari penyidikan pencucian uang bernama Hidden Flow yang terhubung dengan kecurangan di sektor bahan bakar. Nilai transaksi itu tidak dikcategorikan sebagai kripto.

Di sinilah letak bedanya, dan kenapa ini bukan satu cerita yang sama. Menambang kripto berarti *menciptakan* uang digital baru — butuh banyak komputer dan listrik yang menyala terus, persis seperti puluhan mesin yang ditemukan di Rio itu. Sedangkan sistem pembayaran fintech bekerja dengan *memindahkan* dana yang sudah ada dari satu pihak ke pihak lain. Satu memproduksi aset, satunya lagi menyalurkan uang. Karena fungsinya berlainan, keduanya bisa saja diselewengkan untuk kejahatan tanpa harus berasal dari satu operasi yang terkoordinasi.

Untuk sekarang, informasi yang dirilis belum menunjukkan adanya jaringan bersama di antara kedua kasus. Yang bisa mengubah gambaran ini adalah hasil penelusuran lanjutan penyidik — misalnya jika aliran dana dari fintech ternyata bermuara ke perangkat penambang, atau sebaliknya terbukti benar-benar terpisah. Sampai itu terungkap, keduanya lebih tepat dibaca sebagai dua penyelidikan berbeda yang kebetulan menyorot sudut gelap yang sama dari sistem keuangan.

Siap ambil peluang market?

Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.

Trading Sekarang
Bagikan artikel ini

Bantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.