Bos OKX US: Saham Tokenisasi Harus Bawa Hak Pemegang Saham yang Sama
CEO OKX US, Roshan Robert, menyatakan bahwa saham yang ditokenisasi harus tetap membawa hak yang sama seperti saham tradisional. Pernyataan itu muncul saat regulator pasar modal AS memulai uji coba selama lima tahun untuk perdagangan saham AS di atas jaringan blockchain.
Inti persoalannya sederhana: sebuah token yang mewakili saham hanya bernilai sebaik hak yang benar-benar diberikannya. Ketika Anda memegang saham biasa, Anda bukan sekadar memegang selembar bukti harga — Anda ikut memiliki sebagian perusahaan, dengan hak-hak yang menyertainya seperti suara dalam keputusan dan bagian atas keuntungan. Jika saham itu dipindahkan ke bentuk token di blockchain, lalu hak-hak tersebut hilang di tengah jalan, maka yang tersisa hanyalah harga yang bergerak tanpa isi. Di situlah letak peringatan tadi: bungkusnya boleh baru, tetapi isinya tidak boleh berkurang.
Uji coba lima tahun oleh regulator menandakan ini masih tahap awal dan dijalankan hati-hati, bukan sesuatu yang langsung berlaku penuh. Yang perlu diperhatikan ke depan adalah bagaimana aturan mainnya disusun — apakah token benar-benar dijamin membawa hak pemegang saham secara utuh, atau hanya meniru pergerakan harga saja. Perbedaan itu yang akan menentukan seberapa serius bentuk baru ini bisa dipercaya. Selama kerangkanya belum final, arah dan dampaknya masih bisa berubah dan layak diikuti perkembangannya.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
