Bos Bitwise Sebut Perhatian Investor, Bukan Aturan, yang Jadi Penghambat Terbesar Kripto
Hambatan terbesar bagi kripto untuk dipakai lebih luas ternyata bukan aturan yang belum rapi atau pintu masuk yang sulit, melainkan sesuatu yang jauh lebih sederhana: waktu dan perhatian orang. Begitu pandangan yang dilontarkan Hunter Horsley, CEO perusahaan aset kripto Bitwise, yang menyebut investor yang terlalu sibuk sebagai rintangan paling sulit ditaklukkan di dunia kripto.
Intinya satu: selama ini banyak yang mengira penghalang utama adalah regulasi atau akses — sulit membeli, sulit menyimpan, belum jelas payung hukumnya. Horsley membalik anggapan itu. Menurutnya, kedua hal tadi sudah banyak membaik, tetapi adopsi tetap tersendat karena orang kebanyakan tidak punya cukup waktu untuk duduk, memahami, lalu memutuskan ikut terjun.
Logikanya mudah diikuti. Untuk mulai memakai sesuatu yang baru, seseorang harus meluangkan perhatian: belajar cara kerjanya, menimbang untung-ruginya, lalu mengambil langkah pertama. Perhatian itulah yang langka. Orang sibuk dengan pekerjaan, keluarga, dan urusan harian, sehingga meski akses sudah terbuka dan aturan makin jelas, niat untuk benar-benar mendalami kripto kalah bersaing dengan hal lain yang lebih mendesak. Jadi yang kurang bukan kesempatan, melainkan ruang di kepala untuk memanfaatkannya.
Pandangan ini menarik karena menggeser cara membaca perkembangan kripto. Kalau benar perhatian yang jadi kunci, maka kemajuan tidak cukup diukur dari seberapa longgar aturan atau seberapa mudah membeli, tapi dari seberapa gampang orang awam memahami dan memakainya tanpa harus belajar banyak. Tentu ini baru satu sudut pandang dari seorang pelaku industri, bukan kepastian arah pasar — dan seperti biasa, minat terhadap aset kripto bisa berubah cepat mengikuti banyak faktor di luar soal perhatian semata.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
