BOJ Naikkan Bunga ke 1,25%, Pasar Kripto Malah Adem
Bank of Japan (BOJ) menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 1,25%, level tertinggi dalam 31 tahun. Yang menarik, pasar tidak panik. Sebaliknya, aset berisiko seperti kripto justru bergerak positif menanggapi keputusan ini.
Kenapa kenaikan bunga malah disambut adem? Kuncinya ada pada satu hal: pasar lebih takut pada kejutan dan pada seberapa cepat langkah berikutnya diambil, bukan pada langkah tunggal hari ini.
Secara umum, ketika sebuah bank sentral menaikkan bunga, menyimpan uang di tempat yang aman dan berbunga jadi lebih menguntungkan, sementara meminjam jadi lebih mahal. Akibatnya investor sering menarik dana dari taruhan yang lebih berisiko seperti kripto dan memindahkannya ke tempat yang lebih tenang. Kalau begitu, mestinya kenaikan ini menekan kripto, bukan?
Masalahnya, kenaikan kali ini sudah lama diperkirakan. Saat sesuatu sudah ditebak jauh-jauh hari, harga biasanya sudah menyesuaikan sebelum pengumuman keluar, jadi begitu keputusannya benar-benar diumumkan, dampaknya tidak lagi mengejutkan. Ditambah lagi, dua pembuat kebijakan di internal BOJ menentang kenaikan ini. Suara berbeda di dalam itu dibaca pasar sebagai sinyal bahwa BOJ mungkin tidak akan buru-buru menaikkan bunga lagi ke depan. Bagi investor, jalan menanjak yang pelan terasa jauh lebih ringan daripada tanjakan curam yang cepat, dan itulah yang meredakan tekanan pada aset berisiko.
Yang perlu diingat, gambaran ini bisa berubah. Arah selanjutnya sangat bergantung pada data, terutama soal inflasi dan upah di Jepang, serta nada bicara BOJ pada pertemuan berikutnya. Kalau muncul tanda bahwa bunga akan naik lebih cepat dari perkiraan, suasana tenang ini bisa berbalik. Untuk saat ini, sinyal 'pelan-pelan' itulah yang sedang dibaca pasar dengan lega.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
