Bloomberg Perluas Alat Pelacak Eksposur Kripto Saat Aturan Basel Mulai Berlaku | Labapro News
← Kembali ke News
Market Update

Bloomberg Perluas Alat Pelacak Eksposur Kripto Saat Aturan Basel Mulai Berlaku

Bloomberg memperluas layanan analitiknya untuk memilah eksposur aset kripto dan aset dunia nyata yang ditokenisasi di dalam portofolio institusi besar, termasuk kepemilikan yang mengalir lewat reksa dana dan surat berharga konvensional yang tunduk pada aturan permodalan bank Basel. Intinya satu: eksposur kripto sering tidak terlihat karena terselip di balik lapisan kepemilikan dana, dan alat seperti ini mencoba membuatnya tampak.

Kenapa ini penting bisa dijelaskan dari cara bank memegang aset. Sebuah bank bisa saja tidak membeli kripto secara langsung, tetapi ikut terpapar karena menaruh dana di reksa dana atau produk yang diperdagangkan di bursa yang di dalamnya mengandung kripto. Karena terbungkus beberapa lapis, eksposur semacam itu mudah luput dari perhitungan. "Eksposur kripto bisa bersembunyi di balik lapisan kepemilikan dana," kata Zane Van Dusen, kepala global produk Risk & Investment Analytics di Bloomberg.

Standar kripto Basel yang mulai berlaku 1 Januari 2026 justru menuntut hal sebaliknya: bank harus menghitung eksposur kripto, baik yang langsung maupun tidak langsung, termasuk lewat reksa dana dan produk bursa. Eksposur pada aset kelompok tertentu dihitung terhadap modal inti (Tier 1) bank, dengan patokan umumnya tidak melebihi 1% dan batas keras tidak boleh lebih dari 2%. Aturan ini membagi aset kripto ke dalam empat kelompok berdasarkan karakteristiknya — kelompok pertama mencakup aset tradisional yang ditokenisasi dan yang punya mekanisme stabilisasi memenuhi syarat, sementara sisanya masuk kelompok kedua. Dengan batas sekecil itu, kemampuan melihat eksposur yang tersembunyi menjadi bagian dari kepatuhan, bukan sekadar pelengkap.

Layanan Bloomberg ini menyandarkan klasifikasinya pada data acuan, cakupan surat berharga, kepemilikan dana, dan laporan keuangan perusahaan, lalu menerapkan aturan baku yang bidang-bidangnya bisa ditinjau, diverifikasi, bahkan ditantang oleh klien. Cakupannya luas, meliputi antara lain 125.000 kode reksa dana, 600 kode perusahaan, serta ratusan obligasi, indeks, dan kontrak derivatif.

Dari penelusuran itu, analitik menandai sekitar 1.700 reksa dana yang berpotensi relevan dengan kerangka Basel, dan kira-kira separuhnya tidak secara eksplisit menyebut kripto dalam strategi investasi yang mereka nyatakan. Angka itu menarik, tapi harus dibaca hati-hati: "berpotensi relevan" tidak berarti dana tersebut benar-benar memegang kripto atau melanggar batas. Pengumuman itu juga tidak merinci besaran eksposur maupun tanggal analisisnya, sehingga ini lebih merupakan sinyal awal ketimbang kesimpulan.

Yang masih bisa mengubah gambaran adalah aturannya sendiri. Komite Basel menyatakan pada 1 Oktober bahwa mereka sedang meninjau sejumlah bagian tertentu dari standar tersebut dan berencana memberi pembaruan menjelang akhir tahun. Artinya rincian cara menghitung eksposur bisa saja disesuaikan, dan itulah yang perlu diperhatikan ke depan.

Siap ambil peluang market?

Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.

Trading Sekarang
Bagikan artikel ini

Bantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.