Binance Buka Lagi Penarikan Bertahap, Tutup 95% Kerugian Peretasan $6,3 Miliar
Binance mulai membuka kembali penarikan kripto secara bertahap pada hari Minggu, dengan jendela pertama berjalan pukul 6:00 hingga 9:00 UTC, setelah menyatakan telah memulihkan jaminan atas sekitar 95% dana yang hilang dalam peretasan 29 Oktober yang menguras dana senilai sekitar $6,3 miliar dari bursa tersebut. Angka 95% itu naik dari sekitar 90% pada pembaruan sebelumnya dan sekitar 80% sebelum itu.
Inti dari kabar ini sederhana: bursa memilih menanggung sendiri kerugian akibat pencurian, bukan membebankannya ke pengguna. Dalam unggahan di X, Binance menyebut pihaknya "akan menyerap dampak finansial dari dana yang dicuri, bukan pengguna kami". Penarikan sempat dihentikan sebagai tindakan pencegahan sejak kebocoran terjadi, sementara layanan setoran tetap dibuka sepanjang waktu.
Kenapa penarikan perlu ditutup dulu lalu dibuka pelan-pelan? Ketika sebuah bursa memegang aset nasabah, ia harus punya cadangan koin yang benar-benar ada untuk setiap saldo yang tercatat. Begitu dana dicuri dalam jumlah besar, ada risiko sebagian saldo tidak lagi punya koin pendukung. Menutup penarikan menahan arus keluar sampai bursa bisa mengganti koin yang hilang, sehingga setiap aset yang dibuka kembali sudah "fully backed" — artinya ada koin sungguhan di belakang tiap saldo. Itu sebabnya pembukaan dilakukan aset per aset, bukan sekaligus.
Sepuluh aset yang pertama dipastikan terjamin penuh dan bisa ditarik adalah Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Tether (USDT), BNB (BNB), Solana (SOL), USD Coin (USDC), XRP (XRP), World Liberty Financial USD (USD1), Ripple USD (RLUSD), dan Zcash (ZEC). Binance menyatakan urutannya ditentukan dari data permintaan penarikan pengguna selama sepekan, supaya tiap jaringan bisa dicek dulu kestabilan dan keamanannya sebelum akses dibuka. Aset dan jaringan lain akan menyusul setelah lolos pemeriksaan yang sama, dan pengguna diarahkan mengecek halaman status jaringan untuk memastikan ketersediaan. Bursa juga mengingatkan lonjakan lalu lintas bisa memperlambat proses, dan penarikan yang gagal cukup dicoba ulang setelah menunggu sebentar.
Peretasan 29 Oktober disebut sebagai pencurian kripto terbesar yang pernah tercatat. FBI memastikan serangan itu dilakukan oleh unit peretas yang sama yang terkait Korea Utara dan berada di balik pencurian $1,5 miliar terhadap Bybit tahun lalu. Menurut analisis firma intelijen blockchain TRM Labs, penyerang membobol sistem penandatanganan dompet panas (hot wallet) Binance dan menguras aset di 10 blockchain hanya dalam sekitar 20 menit.
Respons setelahnya bergerak cepat dan melibatkan banyak pihak. Binance mencadangkan lebih dari $6,34 miliar dana perusahaan untuk menutup kerugian dalam beberapa hari setelah kebocoran. Penerbit stablecoin — Tether, Circle, dan Ripple — membekukan dana yang terkait peretasan pada hari yang sama. Guncangannya juga merembet ke DeFi: protokol pinjaman Aave sempat membekukan pasarnya di berbagai jaringan sebelum membukanya kembali bertahap, dan menahan sembilan aset pada rasio pinjaman nol sebagai pencegahan.
Yang belum selesai adalah sisa 5%. Binance menyatakan masih membeli aset yang tersisa lewat pasar dan jalur over-the-counter, sambil mencatat token-token itu kurang likuid sehingga lebih lama dikumpulkan dalam jumlah besar. Di sinilah bagian yang masih bisa berubah: kecepatan pembukaan aset berikutnya bergantung pada hasil pemeriksaan tiap jaringan dan pada seberapa cepat sisa koin bisa didapat. Sinyal yang layak diperhatikan pengguna adalah bertambahnya daftar aset yang berstatus terjamin penuh, serta laporan pasca-insiden yang dijanjikan Binance setelah penyelidikannya rampung.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
