Aturan Main Kripto Kini Digodok Regulator AS Setelah Jalur Undang-Undang Buntu
Regulator pengawas pasar berjangka Amerika Serikat, CFTC, memutuskan tidak lagi menunggu Kongres dan mulai menyusun sendiri aturan main untuk pasar aset kripto. Langkah ini muncul setelah RUU bernama CLARITY Act gagal didorong maju di Senat awal pekan ini. Sebagai gantinya, CFTC mengirim usulan aturannya yang diberi judul Regulation Crypto Asset Transactions dan Regulation Crypto Asset Markets ke kantor Gedung Putih yang mengurus peninjauan kebijakan (OMB) pada 17 September.
Inti ceritanya sederhana: ketika jalur undang-undang mampet, tugas menata pasar bisa berpindah ke tangan regulator. Bedanya nyata. Undang-undang lahir dari kesepakatan politik di parlemen dan biasanya lebih kokoh serta sulit diubah. Aturan yang dibuat regulator berjalan lewat jalur administratif — lebih cepat bergerak, tapi juga lebih bergantung pada arah lembaga yang membuatnya. Bagi pelaku pasar kripto, yang selama ini sering mengeluh soal siapa sebenarnya yang berwenang mengawasi mereka, kejelasan dari mana pun asalnya biasanya dianggap kabar yang menenangkan.
Yang perlu dicatat, ini baru tahap awal. Usulan yang dikirim ke OMB masih harus melewati proses peninjauan sebelum bentuk finalnya diketahui, dan isi rinci aturannya belum terbuka. Artinya dampaknya ke pasar belum bisa dipastikan sekarang. Hal yang layak diikuti ke depan adalah apakah proses ini benar-benar berlanjut, seberapa luas cakupan aturannya, dan apakah Kongres pada akhirnya kembali turun tangan lewat undang-undang. Setiap perubahan pada titik-titik itu bisa menggeser gambaran, jadi arah akhirnya masih bergantung pada perkembangan berikutnya.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
