Aturan Kliring Obligasi AS Bisa Mengubah Cara Penerbit Stablecoin Menyiapkan Dolar | Labapro News
← Kembali ke News
Market Update

Aturan Kliring Obligasi AS Bisa Mengubah Cara Penerbit Stablecoin Menyiapkan Dolar

Regulator pasar modal Amerika Serikat mewajibkan sejumlah transaksi obligasi pemerintah (Treasury) melewati lembaga kliring terpusat, dan aturan itu bisa memengaruhi biaya serta ketersediaan layanan yang dipakai penerbit stablecoin untuk mengubah simpanan obligasinya menjadi dolar saat nasabah menebus koin. Intinya satu: cara "di belakang layar" penerbit stablecoin menyiapkan uang tunai sedang ditata ulang, dan apakah dampaknya ke biaya naik atau turun belum bisa dipastikan.

Banyak stablecoin didukung cadangan berupa obligasi pemerintah AS. Ketika pemegang koin ingin menukarnya kembali menjadi dolar, penerbit butuh uang tunai; untuk mendapatkannya mereka biasanya menjual obligasi atau meminjam dengan obligasi itu sebagai jaminan. Transaksi semacam ini tidak dikerjakan sendiri, melainkan lewat pengelola cadangan, dealer, dan bank. Di titik inilah aturan baru masuk: ia memaksa sebagian transaksi tadi melewati satu lembaga kliring di tengah.

Kliring terpusat menyalurkan transaksi melalui lembaga perantara untuk menekan risiko dan merapikan jalannya pasar. Efeknya bisa dua arah. Di satu sisi, lembaga kliring memungkinkan dealer saling menyilangkan kewajiban yang memenuhi syarat, sehingga kapasitas mereka melayani klien bisa bertambah dan sebagian biaya berpotensi turun. Di sisi lain, ikut kliring itu sendiri menambah ongkos — ada biaya kliring, jaminan, dan akses. Informasi yang tersedia belum cukup untuk memastikan efek mana yang menang, atau bagaimana pengalaman nasabah saat menebus koin akan berubah.

Aturan ini diadopsi pada Desember 2023 dan tidak menyentuh semua perdagangan obligasi, hanya transaksi tertentu yang melibatkan anggota kliring. Transaksi tunai yang memenuhi syarat harus pindah ke kliring terpusat paling lambat 31 Desember 2026, sedangkan perjanjian pembelian kembali (repo) paling lambat 30 Juni 2027. Kedua tenggat itu sudah diperpanjang satu tahun, dan seorang komisioner SEC pada 22 September menyatakan lembaganya "saat ini tidak berniat memperpanjang" lagi. Tenggat untuk transaksi tunai, 31 Desember 2026, menjadi penanda terdekat.

Seberapa siap industrinya masih menjadi pertanyaan terbuka. Dalam sebuah survei pada Juli 2026, 79% anggota netting yang menjawab sudah memiliki pengaturan akun yang diperlukan, dan sekitar sepertiga berencana menawarkan layanan kliring transaksi tunai obligasi kepada klien. Angka itu hanya menggambarkan responden survei, bukan seluruh penyedia layanan maupun penerbit stablecoin, dan belum membuktikan bahwa penerbit akan kehilangan akses. Sebagai gambaran besarnya pipa pasar ini, transaksi yang dipakai menghitung suku bunga acuan SOFR tumbuh dari sekitar US$1 triliun pada awal 2022 menjadi kira-kira US$3 triliun — walau angka itu hanya mencakup transaksi di balik acuan tersebut, bukan seluruh pasar repo.

Satu hal perlu dijaga agar tidak salah paham: kliring terpusat tidak membuat pasar obligasi atau penebusan stablecoin berjalan 24 jam. Kemampuan penerbit membayar dolar tetap bergantung pada cadangannya, pada kesepakatan penebusan, dan pada akses ke penyedia layanan keuangan. Yang layak dicermati ke depan adalah seberapa banyak dealer dan bank benar-benar menawarkan layanan kliring menjelang tenggat, dan apakah ongkos tambahannya tertutup oleh efisiensi — di situlah akan terlihat apakah biaya menebus stablecoin ikut bergerak.

Siap ambil peluang market?

Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.

Trading Sekarang
Bagikan artikel ini

Bantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.