AS Ajukan Penyitaan 61,2 Juta USDT yang Diduga Terkait Penjualan Minyak Iran | Labapro News
← Kembali ke News
Market Update

AS Ajukan Penyitaan 61,2 Juta USDT yang Diduga Terkait Penjualan Minyak Iran

Kementerian Kehakiman Amerika Serikat mengajukan gugatan untuk menyita 61.192.367,59 Tether (USDT) yang diduga berkaitan dengan penjualan minyak Iran, lewat transaksi yang mengalir melalui sejumlah akun di bursa Binance. Gugatan penyitaan perdata itu didaftarkan pada 14 September dan menuding sepuluh alamat dompet yang sudah dibekukan sempat menerima serta menyalurkan lebih dari 1,5 miliar dolar AS hasil penjualan minyak Iran, yang disebut ditujukan untuk kepentingan Korps Garda Revolusi Islam Iran.

Inti ceritanya sederhana: stablecoin seperti USDT dipakai karena nilainya menempel pada dolar dan bisa berpindah lintas negara dengan cepat, dan justru sifat itulah yang kini jadi sasaran penegak hukum. USDT bukan uang anonim yang lenyap begitu dikirim. Setiap perpindahan tercatat di jaringan, sehingga penyidik bisa menelusuri dompet mana mengirim ke dompet mana, lalu meminta agar saldo di alamat tertentu dibekukan dan akhirnya disita. "Forfeiture" atau penyitaan di sini berarti negara meminta hak atas dana itu karena diduga hasil kegiatan terlarang — bukan denda, melainkan pengambilalihan aset.

Gugatan menyebut dua perusahaan yang berbasis di Hong Kong, Hexa Whale Trading Limited dan Blessed Trust Limited, memakai akun dagang Binance untuk transaksi kripto terkait. Menurut dokumen itu, satu perusahaan mengirim sekitar 37,15 juta dolar ke Hexa Whale pada Maret–April 2024, sementara sekitar 443,49 juta dolar mengalir ke Blessed Trust antara 13 November 2024 dan 5 Maret 2025.

Di sisi lain, Binance menyatakan telah memutus hubungan dengan Hexa Whale pada 13 Agustus 2025 dan dengan Blessed Trust pada Januari 2026, setelah ada pertanyaan dari penegak hukum dan peninjauan internal. Bursa itu juga menegaskan tidak ada akun Binance yang bertransaksi langsung dengan entitas yang berbasis di Iran. Langkah hukum ini muncul menyusul kesepakatan Binance dengan Kementerian Kehakiman AS pada November 2023, yang mewajibkan kontrol anti pencucian uang dan sanksi yang lebih ketat serta pengawasan kepatuhan independen selama tiga tahun.

Yang perlu dipegang pembaca: tudingan dalam gugatan belum terbukti sampai pengadilan menjatuhkan putusan, jadi ini masih babak awal, bukan vonis. Bagi pasar kripto, kasus seperti ini mengingatkan bahwa dana di jaringan bisa ditelusuri, dibekukan, bahkan disita jika tersangkut dugaan pelanggaran, dan bahwa tekanan kepatuhan terhadap bursa besar belum reda. Arah dampaknya ke sentimen pasar belum pasti dan akan bergantung pada perkembangan hukum selanjutnya — isyarat berikutnya bisa datang dari keputusan pengadilan atas gugatan ini atau dari langkah kepatuhan lanjutan yang diambil bursa.

Siap ambil peluang market?

Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.

Trading Sekarang
Bagikan artikel ini

Bantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.