ARK Minta Izin SEC untuk Saham Dana yang Dicatat di Ledger Digital
ARK Investment Management, firma milik Cathie Wood, meminta izin regulator pasar modal Amerika (SEC) untuk menerbitkan kelas saham baru pada dana ventura miliknya yang kepemilikannya dicatat di atas buku besar digital bersama (distributed ledger). Kalau permintaan ini dikabulkan, ARK bisa menjadi salah satu manajer dana pertama di AS yang menawarkan saham "tokenized" lewat struktur yang benar-benar diatur — mendahului nama-nama besar seperti BlackRock dan Fidelity yang selama ini juga mengintai ruang tokenisasi.
Intinya sederhana: ARK ingin membuat saham dana yang selama ini sulit diperjualbelikan menjadi lebih mudah berpindah tangan. Permohonannya bukan hal baru yang muncul kemarin — diajukan pada 20 Mei 2026, lalu direvisi 11 Juni dan 7 Agustus. SEC baru menerbitkan pemberitahuan resminya di Federal Register pada 26 Agustus, yang membuka masa tanggapan publik dan permintaan dengar pendapat sampai sekitar pertengahan September 2026.
## Apa sebenarnya yang diminta ARK
ARK tidak minta aturan baru dari nol. Firma ini ingin mengubah izin pengecualian yang sudah dipegangnya di bawah Investment Company Act. Izin lama itu membolehkan ARK Venture Fund beroperasi dengan beberapa kelas saham dan mengenakan biaya penarikan dini. Permintaan baru menambahkan satu kelas lagi, disebut "Tokenized Class", di samping "Exchange Class" yang sahamnya sudah diperdagangkan di bursa efek.
Kelas baru inilah yang kepemilikannya dicatat memakai buku besar digital — anggap saja semacam catatan bersama yang bisa diperbarui dan dibaca banyak pihak, bukan hanya disimpan satu perusahaan. Saham dalam bentuk ini nantinya boleh diperdagangkan di sistem perdagangan alternatif yang terdaftar di SEC, dan boleh pula dipindahkan langsung antar dompet digital. Bedanya dengan kripto pada umumnya: setiap dompet yang terlibat harus lebih dulu lolos pemeriksaan identitas dan anti pencucian uang (KYC/AML). Jadi bukan transfer bebas ke siapa saja.
## Kenapa ini bisa mengubah cara dana dijual-belikan
Di sinilah letak menariknya. ARK Venture Fund, yang diluncurkan pada 2022, adalah jenis dana interval — dana yang hanya membuka "jendela" penarikan pada waktu tertentu. Pada dana ini jendelanya per kuartal, dan hanya menyerap sekitar 5% dari nilai aset bersih setiap kali, dengan setoran minimal mulai 500 dolar AS. Konsekuensinya, kalau Anda mau keluar di luar jadwal itu, pilihannya tipis: pasar jual-beli bekas untuk saham semacam ini nyaris tidak ada, dan Anda praktis harus menunggu giliran kuartalan.
Tokenisasi mencoba membongkar kemacetan itu. Begitu saham dicatat sebagai token dan boleh diperdagangkan di sistem terdaftar, terbentuk pasar sekunder yang sesungguhnya — pemodal bisa menjual ke pembeli lain di antara jendela kuartalan, bukan cuma menunggu dananya membeli kembali. Itulah mekanisme yang membuat langkah ini diperhatikan: bukan soal harga token naik-turun, melainkan soal memberi pintu keluar yang selama ini sempit.
Dan efeknya bisa melampaui ARK sendiri. Kalau SEC memberi lampu hijau, keputusan itu pada praktiknya menjadi cetak biru: manajer dana lain punya jalur yang lebih jelas untuk mengikuti pola yang sama. ARK pun sudah menaruh kaki di bisnis ini lewat cara lain — sampai akhir 2025 firma tercatat memegang sekitar 10 juta dolar AS di Securitize, platform yang mengkhususkan diri menokenisasi aset dunia nyata.
Yang belum pasti justru waktunya. Batas permintaan dengar pendapat diperkirakan sekitar pertengahan September 2026. Bila tidak ada yang meminta sidang, SEC bisa memutuskan relatif cepat setelah itu. Tetapi bila ada permintaan dengar pendapat, jadwalnya bisa molor jauh. Jadi yang perlu diperhatikan pembaca bukan sekadar "disetujui atau tidak", melainkan apakah muncul permintaan sidang menjelang tenggat itu — sinyal itulah yang menentukan apakah kabar ini bergerak cepat atau berlarut.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
