Aramco Pangkas Harga Minyak untuk Asia ke Titik Terendah Enam Tahun
Saudi Aramco menurunkan harga jual minyak andalannya untuk pembeli di Asia ke titik terendah dalam enam tahun. Keputusan dari eksportir terbesar dunia ini menjadi sinyal paling jelas pekan ini tentang siapa yang sedang memperebutkan pasar: ketika penjual sebesar Aramco memangkas harga patokannya, itu biasanya cara menjaga agar para pembeli tetap datang, bukan tanda bahwa minyak sedang langka.
Yang membuat langkah ini menarik adalah latar belakangnya. Perang dengan Iran masih membebani produksi di kelompok OPEC+, jadi dari sisi pasokan seharusnya ada tekanan yang bisa menahan harga tetap tinggi. Tetapi di saat yang sama, aliran minyak lewat Selat Hormuz terus pulih meski ketegangan di kawasan belum reda. Selat ini adalah jalur sempit yang dilalui sebagian besar minyak dari Teluk; selama kapal-kapal bisa lewat dengan lancar, kekhawatiran soal pasokan mereda, dan minyak yang tadinya sulit keluar kini kembali mengalir ke pasar. Dua hal yang saling tarik-menarik inilah — produksi yang tertekan perang di satu sisi, pasokan yang kembali lancar di sisi lain — yang membantu menjelaskan kenapa Aramco memilih memangkas harga ketimbang menaikkannya untuk menarik pembeli Asia.
Di darat, pasukan Yaman yang didukung Saudi masih berupaya merebut kembali wilayah yang dikuasai Houthi, pengingat bahwa sumber ketegangan di kawasan belum hilang. Inilah bagian yang paling bisa mengubah gambaran: selama jalur pelayaran tetap aman dan minyak terus mengalir, tekanan harga cenderung bertahan; tetapi gangguan baru pada aliran lewat Selat Hormuz, atau perubahan pada seberapa banyak OPEC+ mampu memompa, bisa dengan cepat membalik suasana. Arah selanjutnya akan sangat bergantung pada kabar dari dua titik itu, bukan pada satu keputusan harga hari ini.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
