Apple dan Google Rekrut Talenta Kripto, Sinyal ke Arah Stablecoin
Dua nama terbesar di dunia teknologi, Apple dan Google, sedang berburu talenta kripto lewat sejumlah posisi senior — sebuah langkah yang membaca seperti persiapan untuk masuk lebih dalam ke stablecoin.
Petunjuknya ada pada jenis peran yang dibuka. Di Apple, lowongan itu menyentuh produk pembayaran untuk konsumen, yakni sisi yang berhadapan langsung dengan pengguna sehari-hari. Di Google, fokusnya jatuh ke bisnis blockchain institusional lewat Google Cloud, dengan sasaran pasar Asia. Artinya keduanya menyasar dua ujung yang berbeda: Apple dari sisi orang biasa yang membayar, Google dari sisi perusahaan dan lembaga yang membangun di atas teknologinya.
Kenapa perekrutan bisa jadi sinyal? Karena perusahaan sebesar ini biasanya menambah orang di bidang tertentu ketika mereka berniat serius menggarapnya, bukan sekadar coba-coba. Stablecoin sendiri adalah aset kripto yang nilainya dipatok agar stabil, sehingga lebih cocok untuk pembayaran ketimbang aset yang harganya naik-turun tajam. Ketika dua raksasa teknologi mulai mengisi kursi di area ini, pasar cenderung membacanya sebagai tanda bahwa pembayaran berbasis kripto sedang didorong lebih jauh.
Yang perlu diingat, ini masih sebatas isyarat dari pola rekrutmen, bukan pengumuman produk. Belum ada rincian layanan, waktu peluncuran, maupun bentuk akhirnya. Gambaran ini bisa berubah kalau salah satu perusahaan justru menahan langkahnya, atau sebaliknya menjadi lebih jelas begitu ada pernyataan resmi. Untuk sekarang, yang bisa dipegang hanyalah arah minatnya — dan arah itu menunjuk ke stablecoin.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
