Anggota Parlemen India Kaitkan Serangan Binance dengan 'Lobi' Kripto, Tanpa Bukti
Seorang anggota parlemen India mengaitkan serangan terhadap Binance dengan apa yang ia sebut "lobi tak terlihat" kripto dan Bitcoin dalam sebuah unggahan di X pada 31 Oktober, lalu mempertanyakan apakah para pendukung kripto di negara itu ikut mendukung gerakan penggantian rezim. Dr. Nishikant Dubey, anggota Lok Sabha dari Partai Bharatiya Janata yang mewakili Godda, Jharkhand, menyebut lobi itu merugikan ekonomi global.
Intinya satu: ini adalah pernyataan politik, bukan aturan baru. Dubey tidak menyebut satu pun nama organisasi dan tidak mengusulkan langkah kebijakan tertentu, dan unggahannya tidak memuat bukti yang menghubungkan serangan terhadap Binance dengan aktivitas lobi atau politik mana pun. Jadi yang benar-benar bergerak hari ini adalah nada pembicaraan, bukan isi peraturan.
Mengapa ucapan seorang politisi bisa terasa di pasar? Karena ketika pejabat di pasar sebesar India mulai bicara keras soal kripto, pelaku pasar cenderung menebak-nebak arah regulasi ke depan, dan tebakan itulah yang lebih dulu memengaruhi suasana jual-beli — jauh sebelum ada aturan yang benar-benar berlaku. Komentar tetaplah komentar; ia bisa memanaskan sentimen tanpa mengubah satu baris pun ketentuan hukum.
Soal serangannya sendiri, Binance memperkirakan insiden pada 29 Oktober itu memengaruhi sekitar $6,3 miliar aset token, dengan waktu kejadian sekitar pukul 20:05 UTC. Penting dicatat, angka itu adalah perkiraan aset yang terdampak, bukan angka kerugian bersih final — jumlah akhirnya bisa berbeda setelah dihitung tuntas.
Untuk menilai apakah ini akan berujung pada sesuatu yang nyata, perhatikan jalur resminya, bukan unggahan media sosial. Komite Tetap Keuangan Parlemen India memilih untuk melakukan kajian atas aset digital virtual pada Agustus 2025. Sebelumnya, dalam tanggapan kepada Parlemen pada Agustus 2024, pemerintah menyatakan aset semacam itu saat itu belum diatur dan belum ada usulan undang-undang yang disiapkan, meski Financial Intelligence Unit–India (FIU-India) bisa menetapkan penyedia aset digital virtual sebagai entitas pelapor di bawah aturan anti pencucian uang.
Yang akan mengubah gambaran bukanlah seberapa keras retorikanya, melainkan apakah kajian komite atau langkah FIU itu berubah menjadi aturan konkret. Selama belum, berita seperti ini lebih banyak menggerakkan suasana ketimbang kenyataan di lapangan.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
