Anchorage Digital Pangkas 17% Karyawan di Tengah Lesunya Pasar Kripto
Anchorage Digital memangkas sekitar 17 persen dari jumlah karyawannya di tengah tekanan pelemahan pasar kripto. Perusahaan ini bukan pemain kecil: pada 2021 ia tercatat sebagai perusahaan kripto pertama di Amerika Serikat yang mengantongi izin trust nasional dari Office of the Comptroller of the Currency (OCC), regulator perbankan federal AS, sehingga berstatus bank aset digital resmi.
Inti ceritanya sederhana. Anchorage bekerja sebagai kustodian, yaitu pihak yang menyimpan dan menjaga aset digital milik nasabah. Pendapatan usaha seperti ini sangat bergantung pada seberapa ramai pasar: makin besar nilai aset yang dititipkan dan makin sering orang bertransaksi, makin besar pula biaya jasa yang masuk. Ketika harga kripto turun dan minat pasar mengendur, nilai aset yang dijaga ikut menyusut dan aktivitas melambat, sehingga arus pendapatan menipis. Dalam situasi itu, memangkas biaya, termasuk jumlah karyawan, menjadi cara perusahaan menjaga napas keuangannya. Memahami kaitan ini berguna: setiap kali pasar kripto lesu, perusahaan yang hidup dari volume dan nilai aset biasanya yang pertama merasakan tekanannya.
Yang perlu diperhatikan ke depan adalah arah pasar itu sendiri. Kalau minat dan harga kembali pulih, tekanan pendapatan bisa mereda; sebaliknya, bila pelemahan berlanjut, tekanan serupa bisa menjalar ke pemain lain di industri yang sama. Status izin federal yang dipegang Anchorage memberi landasan yang relatif kuat, tetapi tetap tidak membuatnya kebal terhadap naik-turunnya pasar.
Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.
Trading SekarangBantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.
