a16z: Blockchain Bisa Membuka Pasar untuk Hampir Semua Jenis Risiko | Labapro News
← Kembali ke News
Market Update

a16z: Blockchain Bisa Membuka Pasar untuk Hampir Semua Jenis Risiko

Firma modal ventura a16z crypto merilis argumen bahwa teknologi blockchain bisa memperluas pasar keuangan jauh melampaui aset kripto — dengan membiarkan siapa saja menerbitkan dan menyebarkan "eksposur" risiko ke seluruh dunia, tanpa harus menunggu restu satu lembaga pusat. Satu gagasan membawa seluruh tesis ini: selama ini bukan permintaan yang membatasi lahirnya pasar baru, melainkan proses membawanya ke pasar.

Untuk melihat alasannya, firma itu memecah setiap pasar menjadi dua bagian. Ada risiko yang diperdagangkan — bisa arus kas sebuah perusahaan, satu barel minyak, kualitas kredit seorang peminjam, bahkan hasil sebuah pemilu. Lalu ada alat untuk memindahkan risiko itu dari satu pihak ke pihak lain: perdagangan spot, futures, perpetual, opsi, sampai kontrak atas suatu kejadian. Sebuah pasar baru lahir ketika salah satu dari dua bagian ini berkembang.

## Kenapa pasar baru selalu lambat lahir

Menurut a16z crypto, alat perdagangan baru kerap butuh bertahun-tahun untuk matang, bahkan ketika risiko yang mendasarinya sudah lama dikenal. Perdagangan spot gandum sudah ada jauh sebelum futures-nya mulai diperdagangkan di Chicago pada 1865. Mata uang mulai mengambang pada 1971, baru disusul futures mata uang pada 1972. Opsi saham sudah dipakai dalam perjanjian khusus antarpihak selama berabad-abad sebelum opsi yang terdaftar resmi muncul pada 1973, bersama pembukaan CBOE dan lahirnya model Black-Scholes. Reksa dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) menyusul pada 1993.

Jenis risiko baru pun butuh waktu menemukan pasarnya. Suku bunga baru diperdagangkan luas pada 1981, credit default swap muncul pada 1994, dan volatilitas mendapat pasarnya lewat derivatif VIX pada 2004. Hasil suatu kejadian baru jadi eksposur yang mapan belakangan ini lewat prediction market. Polanya sama: permintaan sudah ada lebih dulu, tapi pasokan tertahan oleh proses membawanya ke pasar.

Di sinilah letak mekanismenya. Proses itu, kata a16z crypto, dibatasi oleh komite pencatatan, kerangka hukum, dan sekat geografis — artinya ada pihak yang harus menyetujui setiap produk baru, satu per satu, wilayah per wilayah. Blockchain melonggarkan batas itu lewat penerbitan tanpa izin (permissionless) dan distribusi global. Dengan begitu, pasokan pasar bisa merespons potensi permintaan di berbagai wilayah sekaligus, bukan menunggu satu badan pusat meloloskan tiap pencatatan.

Firma itu menunjuk pasar kripto sebagai contoh lahirnya eksposur baru sekaligus cara baru memindahkan risiko. Prediction market mengubah hasil yang serba pasti-atau-tidak — seperti pemilu, keputusan bank sentral, atau putusan pengadilan — menjadi posisi yang bisa diperdagangkan. Pinjaman antarindividu kini punya harga yang bergerak terus, pasar pra-IPO membuka akses yang dulu terkumpul di segelintir pialang, sementara memecoin dan NFT menjadikan perhatian dan relevansi budaya sebagai sesuatu yang bisa diperdagangkan.

## Perpetual sebagai contoh paling jelas

Dari semua contoh itu, perpetual paling menggambarkan tesisnya. Sebuah pasar bisa dibangun asalkan ada "oracle" — sumber data harga — yang mampu mewakili risiko yang mendasarinya, dan ada pihak-pihak yang bersedia mengambil sisi berlawanan. Agar harga kontrak tetap menempel pada aset acuannya, dipakai mekanisme funding rate yang menyeimbangkan kedua sisi. Struktur seperti ini bisa membawa eksposur yang sudah akrab — termasuk saham dan komoditas — ke format perdagangan baru, tanpa harus mengubahnya menjadi aset asli kripto. Pada platform seperti Hyperliquid, kerangka HIP-3 dan HIP-4 memungkinkan pengguna meluncurkan derivatif semacam itu.

Aktivitas terbaru dipakai sebagai bukti. Pada Juli, volume perpetual swap atas aset dunia nyata yang berjalan di blockchain mencapai laju tahunan sekitar US$1,4 triliun — kira-kira setengah dari buku perdagangan Hyperliquid. Firma itu menggambarkannya sebagai eksposur yang sudah dikenal, seperti saham dan minyak, dipasangkan dengan alat pemindah risiko yang baru.

Komposisinya pun bergeser dari waktu ke waktu. Saham dan komoditas AS memimpin pada kuartal keempat 2025, disusul minyak, gas alam, dan logam pada paruh pertama 2026, lalu semikonduktor dan saham meme sebagai yang terbaru menarik perhatian. Rotasi semacam ini, menurut firma itu, menandakan pasar baru bisa terbentuk di sekitar risiko apa pun yang sedang ingin diperdagangkan orang.

Daftar kemungkinannya panjang: perpetual komoditas dan valuta asing, indeks, eksposur saham yang berjalan 24 jam, bahkan futures atas daya komputasi dan perpetual yang terkait indeks harga konsumen (CPI), sampai pasar seputar musik, tren sosial, dan olahraga. Namun semua itu digantungkan pada dua syarat yang sama: apakah ada oracle yang mampu menangkap risikonya, dan apakah ada cukup pihak yang mau mengambil kedua sisi.

Di sinilah ketidakpastiannya jujur disampaikan. Penerbitan tanpa izin juga akan melahirkan banyak pasar yang tidak bertahan. Pasar itu sendiri yang menyaring — permintaanlah yang menentukan mana yang terus hidup dan mana yang layu. Yang perlu diingat, ini adalah pandangan sebuah firma tentang arah ke depan, bukan kepastian; terwujud atau tidaknya bergantung pada apakah risiko bisa dihargai secara andal dan pihak dua sisi benar-benar muncul. Bagi pembaca, sinyal yang patut diamati bukan sekadar klaim soal masa depan, melainkan apakah volume nyata dan keragaman pasar ini terus bertambah atau justru mengering.

Siap ambil peluang market?

Install aplikasi Labapro dan mulai trading dari satu platform multi-asset.

Trading Sekarang
Bagikan artikel ini

Bantu trader lain membaca update market Labapro. Preview share memakai title, image, dan description artikel ini.